Fakta Nasional

Erupsi Gunung Dukono Semburkan Abu 800 Meter, Status Waspada II Diperpanjang

JAKARTA, FAKATANASIONAL.NET - Pada Jumat, 2 Mei 2025, Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukan aktivitas vulkanik dengan menyemburkan kolom abu setinggi 800 meter ke udara. Abunya yang berwarna putih hingga kelabu…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 03 May 2025 📖 1 menit
Erupsi Gunung Dukono Semburkan Abu 800 Meter, Status Waspada II Diperpanjang
Erupsi Gunung Dukono Semburkan Abu 800 Meter, Status Waspada II Diperpanjang/(ilustrasi/@pixabay)
) -->

JAKARTA, FAKATANASIONAL.NET - Pada Jumat, 2 Mei 2025, Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukan aktivitas vulkanik dengan menyemburkan kolom abu setinggi 800 meter ke udara.

Abunya yang berwarna putih hingga kelabu mengarah ke barat laut, menimbulkan kepanikan ringan di sejumlah pemukiman Kecamatan Galela.

Menurut data Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 33 mm dan durasi 54,79 detik.

Suara gemuruh terdengar lemah hingga sedang hingga beberapa kilometer dari kawah, menandakan magma yang cukup dangkal—sekitar 1 kilometer di bawah permukaan bibir kawah—terus bergerak dan memicu letusan berkala.

Kepala Pos Pengamatan, Bambang Sugiono, menyatakan bahwa level waspada tetap di angka II, dengan radius aman 4 km dari kawah.

Warga di wilayah terdampak diimbau mengenakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, mengingatkan petani dan pekerja tambang pasir agar selalu waspada dan mengikuti arahan BPBD setempat.

Pembagian masker telah dilakukan di Kota Tobelo menyusul limpahan lava beberapa minggu lalu.

Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mendeteksi perubahan pola erupsi. Masyarakat di zona terdekat diharapkan tidak melakukan pendakian atau kegiatan wisata ke kawasan kawah demi keselamatan bersama.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK