Fakta Nasional

Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Barat Laut Pulau Karatung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

FAKTANASIONAL.NET – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah laut di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada Rabu (10/6/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Wednesday, 10 June 2026 📖 1 menit
Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Barat Laut Pulau Karatung Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi - BMKG mengonfirmasi bahwa parameter gempa ini tidak menunjukkan adanya potensi tsunami./Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah laut di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada Rabu (10/6/2026) pagi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak memicu potensi terjadinya gelombang tsunami.

Berdasarkan data resmi dari BMKG, guncangan gempa tercatat terjadi pada pukul 08.54 WIB. Pusat gempa atau episenter terletak di koordinat laut, berjarak sekitar 209 kilometer arah barat laut dari Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Guncangan tersebut bersumber dari kedalaman dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.

"Gempa ini tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: BNPB Minta Warga Pesisir Waspada Menyusul Tsunami Minor Akibat Gempa Sangihe

Belum Ada Laporan Kerusakan, Warga Diminta Waspada

Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari otoritas setempat maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengenai adanya dampak kerusakan bangunan ataupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.

Meski tidak memicu tsunami dan sejauh ini relatif aman, BMKG tetap mengeluarkan imbauan agar masyarakat di wilayah sekitar, khususnya di Kepulauan Talaud dan sekitarnya, untuk tetap mengantisipasi potensi gempa susulan.

"Masyarakat diimbau hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi," demikian pernyataan tertulis dari BMKG.

Pihak BMKG juga mengingatkan masyarakat agar hanya memercayai informasi resmi yang dikeluarkan melalui kanal-kanal terverifikasi milik BMKG, guna menghindari penyebaran berita bohong atau hoaks yang kerap muncul pascabencana.

Baca Juga: BMKG: Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Curah Hujan Diprediksi di Bawah Normal


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK