Fakta Nasional

Houthi Ogah Terima Tawaran Negosiasi Arab Saudi di Iran, Sodorkan Syarat Mutlak Tanpa Toleransi

Abdul Malik Al Houthi meminta Arab Saudi jangan pergi ke Teheran Iran. Jika mau negosiasi langsung saja dengan Houthi di ibukota Yaman Sanaa.

Penulis: SAH Editor: Moh Sahlan Thursday, 29 October 2026 📖 1 menit
Houthi Ogah Terima Tawaran Negosiasi Arab Saudi di Iran, Sodorkan Syarat Mutlak Tanpa Toleransi

FAKTANASIONAL.NET - Setelah delegasi Arab Saudi kemarin ke Iran, dan meminta Iran menjadi mediator dalam konflik Saudi vs Houthi.

Houthi Ansharullah Yaman saat ini telah mengirim pesan ke Iran, bahwa semua tawaran Arab Saudi ditolak, termasuk uang miliaran dolar. 

Houthi memberikan syarat mutlak dalam 10 poin yang disampaikan lewat Iran, diantaranya Arab Saudi wajib keluar sepenuhnya dari Yaman, mengangkat blokade, dan berhenti mendukung pemerintah boneka di Aden yang akan memperkuat perpecahan internal Yaman. 

Houthi lewat pidato pimpinan tertinggi mereka Abdul Malik Al Houthi juga meminta Arab Saudi jangan pergi ke Iran, jika mau negosiasi, maka Arab Saudi bisa negosiasi langsung dengan Houthi di ibukota Yaman Sanaa. Bukan ke Teheran.

Selain itu, Houthi juga mensyaratkan agar Arab Saudi membayar kompensasi kehancuran Yaman selama belasan tahun Saudi menginvasi dan memblokade Yaman.

Syarat lainnya agar Houthi berhenti menyerang Arab Saudi, Saudi harus membebaskan tawanan dari Hamas Palestina yang ditangkap oleh Arab Saudi atas suruhan AS yang sekarang masih mendekam di penjara Saudi.

Houthi meminta Saudi angkat kaki sepenuhnya dari Yaman tanpa syarat. Sekarang bola ada di tangan Saudi, mereka mau memenuhi tuntutan Houthi, atau perang akan terus berlanjut dan Houthi akan terus menyerang KSA sampai seluruh Yaman dibebaskan dari pengaruh Saudi.

Penulis: Tengku Zulkifli Usman

Sumber: FB @Tengku Zulkifli Usman


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK