Jejak Pengusaha Kapal AM di Lingkaran Aseng, dan Peran dalam Distribusi Bauksit Ilegal Kalbar
FAKTANASIONAL.NET - Sosok AM, pengusaha kapal di Kalimantan Barat, disebut sebagai bagian dari jaringan bisnis tambang bauksit ilegal milik Sudianto alias Aseng. Bauksit hasil tambang tersebut diduga diangkut menggunakan armada kapal milik AM, yang…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Sosok AM, pengusaha kapal di Kalimantan Barat, disebut sebagai bagian dari jaringan bisnis tambang bauksit ilegal milik Sudianto alias Aseng. Bauksit hasil tambang tersebut diduga diangkut menggunakan armada kapal milik AM, yang juga disinyalir berupaya melakukan lobi ke Jampidsus Kejaksaan Agung terkait perkara yang menjerat Aseng.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kedekatan AM dengan Sudianto alias Aseng, yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pertambangan ilegal oleh Kejaksaan Agung, bukan hal baru. Relasi keduanya disebut telah berlangsung lama dan terbangun dalam sejumlah aktivitas bisnis yang saling berkaitan.
Baca Juga: Dari Aseng ke “Elang”, Mengurai Jaringan Tambang Bauksit Ilegal KalbarDalam skema tersebut, AM diduga memiliki peran penting dalam rantai distribusi, khususnya dalam pengangkutan hasil bauksit ilegal. Peran ini dinilai krusial karena menjadi jalur utama agar hasil tambang dapat keluar dan berujung pada perputaran uang atau keuntungan dalam bisnis tersebut.
“Sudah lama mereka dekat. Dalam pengiriman bauksit, nama AM tidak bisa dilepaskan,” ujar Man, warga setempat yang mengetahui aktivitas tersebut.Ia menyebut, armada kapal milik AM kerap digunakan untuk mengangkut bauksit dari sejumlah titik di Kalimantan Barat hingga ke luar daerah.
[caption id="attachment_54569" align="aligncenter" width="2560"]
Armada kapal tongkang pengangkut hasil tambang yang diduga menjadi jalur distribusi utama dalam bisnis pertambangan ilegal di Kalimantan Barat. (Dok. HO/Faktanasional)[/caption]
AM dikenal memiliki sejumlah perusahaan di bidang perkapalan, salah satunya berinisial PT PTE. menurut sumber, sebagian armada yang beroperasi diduga terlibat dalam distribusi bauksit ilegal dari kawasan pertambangan bauksit ilegal yang kini tengah menjadi kasus hukum di Kejaksaan Agung.
Baca Juga: Sang Elang, Penguasa Tambang Bauksit Kalbar Dibeking BintangTak hanya itu, muncul pula dugaan adanya upaya lobi yang dilakukan untuk memengaruhi proses hukum yang menjerat Aseng. Seorang sumber menyebut adanya komunikasi yang mengarah pada upaya “pengamanan” perkara di tingkat Kejaksaan Agung, khususnya di lingkup Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).
“Informasinya sempat ada upaya pendekatan ke pusat. Tapi tidak berjalan,” kata sumber tersebut.Nama AM juga disebut-sebut ikut "mengurus" perkara lain Sudianto alias Aseng beberapa tahun lalu, yakni kasus Jasindo. Dalam kasus itu, AM diduga berperan sebagai “markus” atau makelar kasus, dimana dalam perkara tersebut, Aseng tidak terjerat proses hukum lebih lanjut atau bebas.
Selain dugaan keterlibatan dalam distribusi, praktik operasional armada kapal juga menjadi sorotan. Sejumlah narasumber menyebut adanya penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi atau yang dikenal sebagai solar BM dalam aktivitas pengangkutan bauksit. Modus yang digunakan disebut dengan mencampur solar subsidi dengan solar industri untuk menekan biaya operasional.
Baca Juga: Usai Aseng, Kejagung Tetapkan 4 Kroninya sebagai Tersangka dalam Kasus Tambang Bauksit Ilegal KalbarUpaya konfirmasi telah dikirimkan kepada AM melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 29 Mei 2026. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan, meski pesan terpantau telah terkirim (centang dua).
Penetapan dan penahanan Sudianto alias Aseng oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Sukses Sejahtera (QSS) dinilai baru menjadi pintu masuk untuk mengurai jaringan yang lebih luas di balik praktik pertambangan di Kalimantan Barat.
Sejak penetapan tersebut, sejumlah kroni dan pihak yang diduga terkait dalam jaringan Aseng dikabarkan mulai menghilang dari peredaran, anak Aseng berinisial RK yang sebelumnya kerap memamerkan gaya hidup dan mobil mewah di media sosial juga disebut telah menutup akun pribadinya. Selain itu, akun komunitas mobil mewah di Pontianak, tempat RK kerap tampil juga tidak lagi aktif.
Publik pun berharap Kejaksaan Agung dapat mengungkap jaringan yang kerap disebut merasa “kebal hukum” ini secara terang-benderang, serta menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam pencurian kekayaan sumber daya alam Kalimantan Barat, termasuk oknum penegak hukum maupun pemerintahan.
Baca Juga: Inisial AS, Raja Bauksit yang Kini Diduga Kuasai Perdagangan Emas Ilegal di Kalbar(Tim)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.