FAKTANASIONAL.NET – Jejak eksistensi sang “Elang”, yang disebut sebagai tangan kanan oknum petinggi Polda Kalbar, terpantau sangat masif di kawasan tambang bauksit di Meliau, Kabupaten Sanggau.
Dalam praktiknya, Elang diduga “menyandera” PT. MAS dengan ancaman kasus hukum, hingga perusahaan tersebut memberikan kontrak kepadanya di kawasan yang didalamnya juga sempat dikuasi grup aseng
Baca Juga: Dari Aseng ke “Elang”, Mengurai Jaringan Tambang Bauksit Ilegal Kalbar
Seorang warga setempat, Iwan (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa nama “Elang” kerap terdengar di kalangan pekerja tambang.
“Di lapangan itu, nama ‘Elang’ sering disebut. Dia dianggap punya kendali, terutama di beberapa titik tambang bauksit di Meliau,” ujarnya.
Menurut Iwan, salah satu pola yang berkembang adalah dugaan tekanan terhadap perusahaan pemegang izin agar memberikan akses atau kerja sama.
“Informasinya, ada perusahaan yang seperti ‘dipaksa’ kerja sama. Istilahnya disandera dengan ancaman persoalan hukum, jadi akhirnya memberikan kontrak,” katanya.
Perusahaan yang dimaksud dalam informasi tersebut adalah PT MAS. Perusahaan itu disebut-sebut menjadi salah satu titik aktivitas setelah adanya pergeseran pola operasi tambang di lapangan.
“Setelah beberapa lokasi lain berhenti, aktivitas seperti pindah ke wilayah yang punya izin. Tapi di lapangan, tetap ada dugaan permainan di area yang belum jelas statusnya iup nya,” lanjutnya.
Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi keterlibatan sosok yang dimaksud dalam aktivitas ilegal tersebut.
Fakta Kalbar telah menghubungi pihak yang disebut sebagai “Elang” untuk meminta klarifikasi. Dalam jawabannya, yang bersangkutan membantah seluruh tudingan yang diarahkan kepadanya.
Ia menyatakan tidak memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan maupun perusahaan tambang mana pun. Ia juga menegaskan tidak pernah menjadi penghubung atau koordinator aktivitas tambang di wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga: Jejak Kompol YN Terlibat Mafia Tambang dan Emas Ilegal Aseng di Kalbar
Selain itu, ia mengaku tidak mengetahui terkait penggunaan dokumen perusahaan lain atau praktik “koridor” dalam aktivitas pertambangan. Ia juga membantah memiliki hubungan dengan seorang jendral di polda kalbar, maupun kedekatan khusus sebagaimana yang beredar.











