Konferda Persatuan DPD GMNI Kalbar: Akhiri Dualisme, Bung Syahrul Umam Siap Bawa GMNI “Naik Kelas”

yahrul Umam resmi terpilih sebagai Ketua DPD GMNI Kalbar melalui Konferda Persatuan guna mengakhiri dualisme kepengurusan di tingkat daerah. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Syahrul Umam resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Kalimantan Barat melalui Konferensi Daerah Persatuan di Pontianak.

Pemilihan ketua baru ini mendapat dukungan mutlak dari seluruh elemen Dewan Pimpinan Cabang yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten dan kota.

Konferensi Daerah Persatuan ini digelar sebagai langkah konkret untuk merespons keresahan seluruh kader di tingkat daerah terkait dinamika kondisi internal.

Kehadiran seluruh perwakilan cabang dalam konferensi tersebut menjadi bukti komitmen kuat untuk mengakhiri dualisme kepengurusan DPD GMNI Kalbar.

Dualisme kepengurusan selama ini dinilai telah menghambat laju roda organisasi mahasiswa tersebut dalam merespons berbagai isu krusial di tengah masyarakat.

Persatuan kembali kepengurusan tingkat daerah ini diharapkan mampu membawa wadah pergerakan melangkah lebih jauh dan memberikan dampak sosial yang nyata.

Kepengurusan baru ini mengusung misi besar yang selaras dengan visi arahan pengurus pusat untuk membawa organisasi menjadi jauh lebih progresif.

Syahrul Umam menegaskan bahwa kepengurusannya siap membawa DPD GMNI Kalbar bertransformasi menjadi organisasi yang modern dan semakin solid.

“Kalimantan Barat adalah wilayah yang sangat kaya akan Sumber Daya Manusia (SDM) dan memiliki potensi pemuda yang luar biasa. Potensi besar ini harus diorkestrasi dengan baik agar GMNI Kalbar mampu bertransformasi menjadi organisasi yang modern, solid, dan berdaya saing tinggi di kancah nasional.”

Kepengurusan baru ini juga secara khusus menyoroti sejumlah permasalahan strategis daerah yang hingga kini masih belum terselesaikan secara tuntas oleh pemerintah.

Persoalan ketimpangan sosial hingga pengelolaan sumber daya alam menjadi fokus utama pergerakan barisan mahasiswa ini ke depannya.

Para pengurus berkomitmen untuk segera melakukan perubahan internal melalui penguatan sistem kaderisasi yang lebih terarah dan berbasis pada kompetensi anggota.

Organisasi kepemudaan ini siap mengambil peran sebagai garda terdepan dalam mengkritisi serta mengawal berbagai kebijakan publik di wilayah provinsi setempat.

Sinergi potensi kaum muda juga akan terus dimaksimalkan demi merespons datangnya tantangan era bonus demografi di masa mendatang.

Seluruh kader berharap transisi kepemimpinan ini mampu mengembalikan kejayaan organisasi pergerakan mahasiswa tersebut di wilayah bumi Khatulistiwa.

(*Red)