Fakta Nasional

Karhutla Kembali Melanda Kalteng, Petugas dan Relawan Berjuang Cegah Api Meluas

FAKTANASIONAL.NET – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu malam, 28 Oktober 2026. Tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan guna mence…

Penulis: Aditya 📍 Kalteng Thursday, 29 October 2026 📖 1 menit
Karhutla Kembali Melanda Kalteng, Petugas dan Relawan Berjuang Cegah Api Meluas
Karhutla Kembali Melanda Kalteng, Petugas dan Relawan Berjuang Cegah Api Meluas/Instagram

FAKTANASIONAL.NET – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, Rabu malam, 28 Oktober 2026. Tim gabungan dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan guna mencegah kebakaran kembali meluas.

Meski jumlah titik api mulai berkurang, petugas masih menghadapi sejumlah lokasi yang membutuhkan penanganan intensif. Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan agar kondisi wilayah terdampak tetap terkendali.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel, mengatakan kebakaran muncul di Jalan A Yani Km 11, tepatnya di sekitar Gapura Selamat Datang, serta kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru.

"Kemunculan titik api di Jalan A Yani Km 11 dan kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru, menjadi perhatian tersendiri. Petugas bergerak melakukan penanganan agar api tidak meluas dan mengancam area di sekitarnya," ujar Samuel, Kamis, 29 Oktober 2026.

Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur pemerintah, petugas pemadam, relawan, dan masyarakat setempat. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, serta Lurah Baru bersama jajarannya turun langsung membantu proses penanganan.

Dukungan juga datang dari Banser, Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Baru, warga sekitar, dan relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) yang dikoordinasikan Amat.

Samuel menegaskan bahwa kerja sama berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan kebakaran. Kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk memastikan lokasi tetap aman setelah api berhasil dipadamkan.

"Kolaborasi petugas, relawan, dan masyarakat diperlukan untuk mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus memastikan kondisi lokasi tetap terkendali setelah api berhasil dipadamkan," kata dia.

Selain pemadaman, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik. Tahapan ini menjadi perhatian karena bara api dapat bertahan di dalam tanah, terutama pada lapisan gambut dan material kering.

Bara yang belum sepenuhnya padam berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani secara menyeluruh. Karena itu, proses pendinginan dilakukan untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar terkendali.

Meskipun titik api mulai berkurang, penanganan karhutla di Kobar tetap membutuhkan kewaspadaan. Petugas gabungan dan masyarakat terus bekerja bersama untuk mencegah api kembali membesar serta mengancam kawasan sekitarnya.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK