Kebakaran di Kemayoran Memaksa 679 Jiwa Mengungsi ke Tenda Darurat
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kebakaran dahsyat yang terjadi di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat telah melumat 304 bangunan dan 354 keluarga dengan total 679 jiwa terdampak. Para korban harus tidur di tenda posko pengungsian. Ada satu momen, sa…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Kebakaran dahsyat yang terjadi di Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat telah melumat 304 bangunan dan 354 keluarga dengan total 679 jiwa terdampak. Para korban harus tidur di tenda posko pengungsian.
Ada satu momen, saat Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno datang ke lokasi kebakaran pada Senin (1/6/2026) malam. Namun ia dicegat oleh Wali Kta Jakarta Pusat Arifin dan meminta jangan mendekat ke lokasi karena berbahaya. Wagub Rano pun mengurungkan rencana untuk menyapa warga terdampak.
Ismail (34) seorang warga korban kebakaran yang ditemui DEMAN dari OTONOMINEWS.ID di lokasi, mengatakan bahwa harta benda yang dipunyai telah ludes terbakar tanpa tersisa
"Duit, kulkas dan TV semua ludes terbakar mas," tegasnya, pada Rabu.(3/6/2026)
Wagub Rano menyebut mayoritas kasus kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting atau hubungan pendek arus listrik. Rano meminta masyarakat lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah untuk mencegah kebakaran.
"Pemprov DKI prihatin dengan kejadian ini. Sekali lagi, yang bisa kita lakukan adalah mengulangi, me-warning kepada masyarakat, yang harus pertama kali dijaga adalah listrik," kata Rano saat meninjau lokasi kebakaran permukiman padat di Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, hasil survei dan evaluasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, sebagian besar kebakaran di Ibu Kota berawal dari masalah instalasi listrik.
"Karena di Jakarta ini hampir rata-rata kebakaran terjadi karena korsleting listrik. Itu berdasarkan survei kita hampir 95 persen," ujarnya.
Ia menjelaskan penggunaan listrik yang berlebihan dalam satu titik stop kontak menjadi salah satu temuan yang kerap dijumpai di pemukiman padat penduduk.
"Saya minta maaf, teman-teman tahu bagaimana situasinya. Kadang-kadang dalam rumah seperti ini ada satu stop kontak dicolok 10 charger HP, kemudian belum buat kompor segala macam. Akibatnya inilah, terjadi panas," tuturnya.
Ia mengaku sebenarnya ingin datang sejak malam kejadian, namun kunjungannya ditunda agar proses penanganan darurat tidak terganggu.
"Sebetulnya dari semalam saya ingin ke sini, cuma dari Pak Wali menyarankan jangan dulu karena akan terjadi kekacauan. Kadang-kadang, kalau saya hadir, bukan menjadi enak, tapi menjadi ribet," katanya. (OTN-Deman)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.