Kejar Target Swasembada, Kementan Genjot Gerakan Tanam Serentak 50 Ribu Hektare di 25 Provinsi
FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengantisipasi dinamika iklim dengan meluncurkan gerakan tanam serentak nasional seluas sekitar 50 ribu hektare yang tersebar di 25 provinsi. Langkah strategis ini diambil demi meng…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat mengantisipasi dinamika iklim dengan meluncurkan gerakan tanam serentak nasional seluas sekitar 50 ribu hektare yang tersebar di 25 provinsi.
Langkah strategis ini diambil demi mengamankan produksi pangan nasional sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan yang berkelanjutan.
Aksi masif yang berlangsung pada Jumat (22/5/2026) ini dipusatkan di Desa Bojonglegok, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Gerakan ini menyasar lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) periode 2024–2025 serta lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun 2025.
Baca Juga: Harkitnas ke-118: Kementan Fokus Cetak Generasi Muda Unggul demi Kedaulatan Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam serentak ini merupakan instrumen krusial dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah tantangan global.
“Percepatan tanam dilakukan untuk menjaga momentum produksi nasional agar kebutuhan pangan tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim,” tegas Mentan Amran.
Sebagai langkah mitigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi jatuh pada Agustus mendatang, Mentan Amran juga telah menerbitkan surat edaran khusus kepada para kepala daerah.
Pemerintah daerah diinstruksikan untuk memperkuat kesiapsiagaan lewat pemetaan wilayah rawan kekeringan, pendataan sumber air, serta optimalisasi pompa, lahan rawa, dan penggunaan benih unggul tahan kering.
Rincian Lahan dan Sebaran Wilayah
Secara akumulatif, target tanam seluas 50 ribu hektare ini dialokasikan pada tiga kategori lahan produktif:
-
Oplah Tahun 2024: Seluas 21.093 hektare.
-
Oplah Tahun 2025: Seluas 27.472 hektare.
-
Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025: Seluas 1.700 hektare.
Agenda nasional ini diikuti oleh puluhan wilayah dari ujung barat hingga timur Indonesia, meliputi Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Papua, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan beberapa daerah lainnya.
Kunci Sukses: Kawalan Penyuluh dan Sentuhan Teknologi
Hadir langsung di Sukabumi, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, didampingi Staf Ahli Bupati Sukabumi, Tri Romadhono.
Idha menjelaskan bahwa gerakan yang memasuki jilid keenam ini berfungsi sebagai akselerator untuk mendongkrak Indeks Pertanaman (IP)—mengubah pola dari satu kali tanam menjadi dua hingga tiga kali tanam dalam setahun dengan memanfaatkan sisa air di akhir musim hujan.
“Kami kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serentak untuk keenam kalinya yang dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan diikuti 25 provinsi di seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Alhamdulillah, lebih dari 50 ribu hektare lahan telah kembali tertanami,” urai Idha.
Ia menggarisbawahi pentingnya konsistensi di lapangan dan integrasi teknologi modern seperti rice transplanter hingga drone pertanian untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja.
“Percepatan tanam harus terus dijaga dengan pengawalan yang kuat di lapangan. Penyuluh bersama petani menjadi kunci untuk memastikan lahan yang sudah siap dapat segera ditanami dan memberikan hasil optimal,” jelasnya, sembari mengingatkan agar aktivitas menanam terus berjalan setiap hari tanpa putus.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah
Gerakan ini disambut positif oleh jajaran kepala daerah yang turut hadir via sesi dialog virtual, di antaranya Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamamik, Bupati Aceh Besar Muharram Idris, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Sekda Pinrang Andi Calo Kerrang, serta Staf Ahli Bupati Tanah Bumbu Andrianto Wicaksono.
Mereka sepakat bahwa program ini memicu lompatan produktivitas di daerah masing-masing.
Merespons kebutuhan lapangan, Kepala BPPSDMP memastikan Kementan siap memfasilitasi usulan daerah terkait infrastruktur penunjang.
“Untuk kebutuhan alsintan, benih, jalan usaha tani, dan kebutuhan pendukung lainnya dapat segera diusulkan sesuai mekanisme yang ada agar dapat segera ditandaklanjuti,” tutup Idha.
Program lintas sektoral ini sukses bergulir berkat kolaborasi erat antara Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Ditjen Lahan dan Irigasi, Ditjen Tanaman Pangan, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), serta para petani lokal dan generasi muda yang dilibatkan dalam misi modernisasi pertanian Indonesia.
Baca Juga: Kementan Pacu Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.