Daerah  

Kementan Pacu Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat

Petani di salah satu kabupaten di Sumatera Barat mulai melakukan pengolahan tanah dan penanaman kembali di atas lahan sawah yang telah selesai direhabilitasi oleh Kementan melalui BRMP Sumbar, Rabu (20/5/2026)./Dok. Kementan

FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus bergerak cepat memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.

Melalui pengawalan program yang ketat, koordinasi lintas sektor, serta pendampingan teknis, Kementan berkomitmen mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah terdampak.

Berdasarkan data resmi Kementan, total lahan sawah yang terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten dan kota.

Proses penanganan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas awal pada lahan berkategori rusak ringan dan sedang agar petani dapat segera kembali turun ke sawah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program rehabilitasi pascabencana ini merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk membantu petani bangkit dari masa sulit.

Baca Juga: Hadapi Kemarau, Kementan Dorong Teknologi AWD: Hemat Air 20% Tanpa Kurangi Hasil Padi

Pemerintah pusat memastikan akan menanggung seluruh biaya pemulihan fisik lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga penyaluran sarana produksi pertanian.

“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat,” ujar Mentan Amran.

Pendampingan Berbasis Teknologi Spesifik Lokasi

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa jajaran BRMP di daerah mengemban tugas pokok untuk mengawal seluruh program strategis Kementan, termasuk penanganan darurat pertanian pascabencana.

“BRMP hadir untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis penerapan teknologi pertanian sesuai kondisi spesifik lokasi di daerah terdampak. Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga memastikan pendampingan kepada petani berjalan optimal agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat secara berkelanjutan,” jelas Fadjry di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Di lapangan, BRMP Sumatera Barat menjalankan pengawalan rehabilitasi secara terpadu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh lapangan, kelompok tani, hingga Direktorat Teknis Kementan. Sinergi ini mencakup spektrum luas, mulai dari fase identifikasi awal hingga pelaksanaan teknis di lapangan, yang meliputi: