Kementan Pacu Rehabilitasi 6.451 Hektare Sawah Terdampak Bencana di Sumatera Barat
FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus bergerak cepat memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Melalui pengawalan program yang keta…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Barat terus bergerak cepat memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi.
Melalui pengawalan program yang ketat, koordinasi lintas sektor, serta pendampingan teknis, Kementan berkomitmen mempercepat pemulihan sektor pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di wilayah terdampak.
Berdasarkan data resmi Kementan, total lahan sawah yang terdampak bencana di Sumatera Barat mencapai 6.451 hektare yang tersebar di 14 kabupaten dan kota.
Proses penanganan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas awal pada lahan berkategori rusak ringan dan sedang agar petani dapat segera kembali turun ke sawah.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program rehabilitasi pascabencana ini merupakan bukti nyata kehadiran negara untuk membantu petani bangkit dari masa sulit.
Baca Juga: Hadapi Kemarau, Kementan Dorong Teknologi AWD: Hemat Air 20% Tanpa Kurangi Hasil Padi
Pemerintah pusat memastikan akan menanggung seluruh biaya pemulihan fisik lahan, perbaikan infrastruktur irigasi, hingga penyaluran sarana produksi pertanian.
“Sawah yang rusak itu diperbaiki sendiri oleh pemiliknya, tetapi biayanya ditanggung oleh pemerintah pusat. Jadi saudara kita punya pendapatan, sementara benih dibantu gratis, pengolahan tanah, perbaikan irigasi semuanya dibantu pusat,” ujar Mentan Amran.
Pendampingan Berbasis Teknologi Spesifik Lokasi
Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menyampaikan bahwa jajaran BRMP di daerah mengemban tugas pokok untuk mengawal seluruh program strategis Kementan, termasuk penanganan darurat pertanian pascabencana.
“BRMP hadir untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan cepat, tepat sasaran, dan berbasis penerapan teknologi pertanian sesuai kondisi spesifik lokasi di daerah terdampak. Tidak hanya fokus pada pemulihan fisik lahan, tetapi juga memastikan pendampingan kepada petani berjalan optimal agar produktivitas pertanian dapat kembali meningkat secara berkelanjutan,” jelas Fadjry di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Di lapangan, BRMP Sumatera Barat menjalankan pengawalan rehabilitasi secara terpadu berkolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh lapangan, kelompok tani, hingga Direktorat Teknis Kementan. Sinergi ini mencakup spektrum luas, mulai dari fase identifikasi awal hingga pelaksanaan teknis di lapangan, yang meliputi:
-
Pembersihan lahan dari material banjir.
-
Pengambilan sampel tanah untuk uji laboratorium (guna mendeteksi perubahan fisik, kimia, dan biologi tanah akibat endapan lumpur).
-
Penyusunan rekomendasi pemupukan spesifik lokasi.
-
Pengolahan lahan ulang serta penataan sistem drainase dan irigasi.
Kepala BRMP Sumatera Barat, Salwati, menyebutkan bahwa hasil uji laboratorium terhadap sampel tanah tersebut menjadi kompas utama pemerintah dalam menentukan tindakan pemulihan yang akurat, termasuk perbaikan struktur tanah dan mitigasi potensi cemaran material asing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemulihan lahan pertanian dapat berlangsung lebih cepat sehingga produktivitas sawah masyarakat dapat kembali optimal dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” tutur Salwati.
Progres Lapangan: 2.100 Hektare Sawah Mulai Ditanami Kembali
Upaya keras ini mulai membuahkan hasil nyata. Hingga saat ini, sekitar 2.100 hektare lahan sawah di Sumatera Barat yang sebelumnya rusak, kini telah berhasil memasuki tahap pertanaman kembali.
Varietas benih yang ditanam dipilih secara selektif berdasarkan kesesuaian agroekosistem lokal serta daya adaptasinya yang tinggi terhadap kondisi tanah pascabencana.
Selain itu, program pemulihan ini telah diperkuat dengan pelaksanaan ground breaking rehabilitasi sawah sebagai simbol percepatan pemulihan ekonomi petani Sumbar.
“Hingga saat ini, rehabilitasi telah memasuki tahap konstruksi pada lahan seluas 3.049,89 hektare yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan fungsi lahan dan mengembalikan aktivitas usaha tani masyarakat secara optimal,” tambah Salwati.
Guna memastikan aktivitas bertani berjalan mulus, Kementan telah menggelontorkan berbagai paket bantuan simultan berupa benih, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan teknis lainnya.
BRMP Sumbar mengawasi ketat distribusi ini bersama penyusunan data Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) agar seluruh bantuan mendarat tepat sasaran.
Ke depan, Kementan berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama pemda, penyuluh, perguruan tinggi, TNI, dan kelompok tani demi memastikan sisa lahan yang belum pulih dapat segera kembali produktif dan hijau seperti sedia kala.
Baca Juga: Kementan Siagakan 80 Ribu Pompa Air Hadapi Ancaman El Nino Ekstrem April 2026
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.