Fakta Nasional

Klarifikasi Kejagung: Hoaks Temuan Uang Rp 920 Miliar Terkait Korupsi Pajak

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh narasi penggeledahan rumah pejabat pajak yang mengklaim temuan uang tunai fantastis senilai Rp 920 miliar. Namun, Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat memadamkan spekulasi terseb…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 16 February 2026 📖 1 menit
Klarifikasi Kejagung: Hoaks Temuan Uang Rp 920 Miliar Terkait Korupsi Pajak
Gedung Jampidsus Kejagung/zul-fkn.
) -->

JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Publik baru-baru ini dihebohkan oleh narasi penggeledahan rumah pejabat pajak yang mengklaim temuan uang tunai fantastis senilai Rp 920 miliar.

Namun, Kejaksaan Agung (Kejagung) bergerak cepat memadamkan spekulasi tersebut.

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai penyitaan uang dalam jumlah jumbo terkait kasus korupsi pajak 2016-2020 adalah berita bohong atau hoaks.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (15/2/2026), Anang memastikan bahwa tidak ada penggeledahan dengan hasil temuan seperti yang dicitrakan dalam media sosial.

Pihak kejaksaan menyayangkan adanya disinformasi yang mencoba menggiring opini publik melalui angka-angka bombastis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan validitasnya. Kejagung meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam menyaring informasi terkait proses hukum yang sedang berjalan.

Senada dengan Kejagung, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga mengeluarkan peringatan keras. Melalui akun resmi PPID, Kemenkeu membantah adanya "permainan gelap" yang terbongkar melalui penggeledahan rumah pejabat oleh Kejagung sebagaimana diberitakan.

Masyarakat diminta waspada terhadap akun-akun yang mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyebarkan berita palsu. Kemenkeu menekankan pentingnya merujuk pada kanal komunikasi resmi pemerintah guna menghindari fitnah dan kegaduhan publik.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK