Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Masyarakat Diminta Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
FAKTANASIONAL.NET - Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat pada Kamis (16/7/2026), sehingga masyarakat diimbau untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan. Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 6.2…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET - Kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat pada Kamis (16/7/2026), sehingga masyarakat diimbau untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 6.20 WIB, indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan itu berada di angka 152. Hal ini menjadikannya kota dengan kualitas udara terburuk ketujuh di dunia.
Kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan indeks kualitas udara di angka 165.
Urutan kedua diikuti Doha, Qatar dengan indeks kualitas udara di angka 164, dan di urutan ketiga diikuti New York, USA dengan indeks kualitas udara juga di angka 163.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) menanggulangi pencemaran udara di ibu kota saat musim kemarau, yang diprediksi terjadi pada awal Mei 2026 hingga Agustus 2026.
Langkah cepat penanganan pencemaran udara saat kemarau itu meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor.
Pemprov DKI Jakarta juga memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang sedang dievaluasi dari berbagai aspek seperti tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pengendalian pencemaran udara tidak dapat dilakukan oleh satu wilayah secara parsial sehingga diperlukan aksi bersama yang terintegrasi antar organisasi perangkat daerah dan kolaborasi lintas wilayah di sekitar Jakarta. (adm)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.