Menepis Hoaks: BMKG Jelaskan Cara Kerja Modifikasi Cuaca
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai penyebab banjir di daerah lain. Narasi yang mengeklaim bahwa hujan sengaj…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi tegas terkait isu yang menyebut Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai penyebab banjir di daerah lain.
Narasi yang mengeklaim bahwa hujan sengaja "dipindahkan" ke wilayah tetangga disebut tidak berdasar secara ilmiah dan teknis.
BMKG menggunakan dua teknik canggih untuk mengelola curah hujan. Pertama adalah Jumping Process Method, di mana awan yang datang dari arah laut disemai lebih awal agar hujan jatuh di perairan sebelum mencapai daratan.
Kedua adalah Competition Method, yang bertujuan untuk mengganggu pertumbuhan awan di atas daratan agar tidak berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang masif.
Fokus utamanya adalah meluruhkan intensitas hujan di lokasi strategis, bukan memindahkannya ke pemukiman warga lainnya.
Selain faktor cuaca, BMKG menyoroti masalah lingkungan yang lebih mendasar. Fakta bahwa sekitar 800 situ atau daerah resapan air di wilayah Jabodetabek telah hilang sejak tahun 1930-an menjadi penyebab utama banjir saat ini.
OMC hanyalah upaya paralel untuk membantu mereduksi debit air, namun penataan lingkungan tetap menjadi solusi permanen yang paling efektif. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima informasi dan fokus pada perbaikan drainase serta penghijauan di sekitar tempat tinggal.[dit]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.