Fakta Nasional

Menteri UMKM Dukung Usulan Alokasi KUR Bank Kalbar Rp1 Triliun untuk Tahun 2027

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mendukung usulan peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat untuk Bank Kalbar menjadi Rp1 triliun pada tahun 2027 mendatang. Dukungan tersebut disampaikan Maman saat melakuk…

Penulis: wati Tuesday, 20 October 2026 📖 1 menit
Menteri UMKM Dukung Usulan Alokasi KUR Bank Kalbar Rp1 Triliun untuk Tahun 2027
Menteri UMKM Maman Abdurrahman memberikan keterangan terkait dukungan peningkatan alokasi KUR Bank Kalbar menjadi Rp1 triliun di Pontianak. (dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman mendukung usulan peningkatan alokasi Kredit Usaha Rakyat untuk Bank Kalbar menjadi Rp1 triliun pada tahun 2027 mendatang.

Dukungan tersebut disampaikan Maman saat melakukan kunjungan kerja di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, pada Senin (19/10/2026).

Meskipun mendukung penuh usulan kenaikan plafon pembiayaan, ia menegaskan pentingnya pertimbangan kondisi likuiditas bank daerah demi menjaga keberlanjutan penyaluran kredit usaha.

Plafon KUR Bank Kalbar sendiri tercatat terus mengalami kenaikan, yakni sekitar Rp700 miliar pada 2025 dan bertambah menjadi Rp800 miliar pada tahun 2026.

"Kita dukung tentunya dengan catatan aspek likuiditasnya," kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Pontianak, Senin (19/10/2026).

"Bank Kalbar ini kan bank kita semua, bank yang menjadi identitas masyarakat Kalbar. Tentunya saya wajib bersama-sama dengan pemerintah provinsi mendorong pembinaan dan memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada bank daerah kita," ujarnya.

Penguatan peran perbankan daerah dianggap sangat krusial guna memperluas jangkauan akses permodalan bagi para pelaku usaha kecil di seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Secara nasional, pemerintah menargetkan kenaikan plafon kredit UMKM dari Rp1.500 triliun menjadi Rp2.000 triliun pada tahun 2027.

Di sisi lain, Kota Singkawang ditetapkan sebagai daerah percontohan di Kalimantan Barat untuk mengintegrasikan potensi pariwisata dengan pemberdayaan ekonomi kreatif lokal.

Sinergi antara pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, serta perbankan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor usaha produktif secara signifikan.

Kemudahan akses pembiayaan dinilai akan langsung berdampak positif pada peningkatan daya saing produk usaha mikro daerah.

Pengawasan penyaluran KUR terus dipantau agar tepat sasaran bagi para pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal kerja.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK