Pasar Induk Kramat Jati Terbakar, IKAPPI Minta Langkah Strategis Pemprov DKI
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPW IKAPPI) DKI Jakarta menyoroti pentingnya langkah cepat dan terukur dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani dampak kebakaran di area Los Buah C2 Pas…
Dengarkan Ringkasan
JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPW IKAPPI) DKI Jakarta menyoroti pentingnya langkah cepat dan terukur dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menangani dampak kebakaran di area Los Buah C2 Pasar Induk Kramat Jati.
Insiden tersebut berdampak langsung terhadap sekitar 350 unit tempat usaha pedagang dan berpotensi mengganggu stabilitas pasokan buah ke Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Sebagai pusat distribusi pangan strategis yang beroperasi setiap hari, Pasar Induk Kramat Jati memiliki peran krusial dalam menjaga kelancaran rantai pasok komoditas hortikultura, khususnya buah-buahan.
Oleh karena itu, IKAPPI menilai penanganan pascakebakaran tidak semata bersifat teknis, tetapi juga harus menjadi bagian dari kebijakan Pemprov DKI dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan ibu kota.
IKAPPI DKI Jakarta mendorong Pemprov DKI melalui Perumda Pasar Jaya untuk segera melakukan rehabilitasi atau renovasi area terdampak agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan normal. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kelangkaan pasokan, fluktuasi harga, serta terganggunya distribusi buah ke pasar-pasar turunan di Jakarta.
Selain itu, IKAPPI meminta percepatan pemeriksaan teknis oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri guna memastikan penyebab kebakaran. Kepastian tersebut diperlukan sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan, termasuk penataan ulang zona perdagangan dan penguatan sistem keamanan pasar.
Dalam konteks kebijakan perlindungan pedagang, IKAPPI juga mendorong Pemprov DKI Jakarta agar merealisasikan bantuan bagi pedagang terdampak secara cepat dan tepat sasaran.
Penyaluran bantuan diharapkan berbasis data terverifikasi dari Perumda Pasar Jaya sehingga tidak menghambat perputaran modal usaha pedagang yang menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan.
Lebih jauh, IKAPPI menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan kebakaran di pasar-pasar induk. Penguatan koordinasi antara pengelola pasar, kepolisian, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dinilai mendesak, termasuk pemerataan alat pemadam api ringan (APAR) di titik rawan, sebagai bagian dari kebijakan mitigasi risiko pangan.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran di Los Buah C2 dilaporkan disertai ledakan yang diduga berkaitan dengan keberadaan bahan tertentu, seiring karakteristik aktivitas perdagangan di lokasi tersebut. Hingga kini, kondisi pasar dilaporkan berangsur kondusif dan masih dalam tahap pendinginan serta pembersihan.
Kerugian sementara akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp35 miliar. IKAPPI menilai angka tersebut tidak hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas harga dan pasokan buah di tingkat konsumen jika penanganan tidak dilakukan secara cepat dan komprehensif.
IKAPPI DKI Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Dinas Gulkarmat dan seluruh pihak terkait atas respons cepat dalam pemadaman kebakaran. Organisasi pedagang ini menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan Pemprov DKI Jakarta agar pemulihan pasar berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan ibu kota.[Zul]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.