Fakta Nasional

Perkuat Kemandirian Pangan Papua, Kementan Mulai Penanaman Perdana Lahan Cetak Sawah di Sorong Selatan

FAKTANASIONAL.NET — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi pengembangan kawasan produksi pangan baru di Indonesia Timur. Melalui program Cetak Sawah Rakyat, seluas 1.440 hektare lahan di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Pap…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Tuesday, 11 August 2026 📖 2 menit
Perkuat Kemandirian Pangan Papua, Kementan Mulai Penanaman Perdana Lahan Cetak Sawah di Sorong Selatan
Suasana tanam perdana di lahan Cetak Sawah Rakyat Moswaren, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, yang menandai era baru kemandirian pangan lokal./Dok. Kementan
) -->

FAKTANASIONAL.NET  — Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengakselerasi pengembangan kawasan produksi pangan baru di Indonesia Timur.

Melalui program Cetak Sawah Rakyat, seluas 1.440 hektare lahan di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, kini resmi memasuki tahap pertanaman padi yang didukung penuh oleh teknologi mekanisasi dan pendampingan bagi masyarakat lokal.

Penanaman perdana tersebut dilaksanakan pada Senin (3/8) di Lahan Cetak Sawah Moswaren. Luasan 1.440 hektare ini merupakan tahap awal dari total target alokasi cetak sawah seluas 5.000 hektare di Sorong Selatan pada tahun 2025.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperluas sentra produksi pangan sekaligus memacu kemandirian pangan masyarakat Papua.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian di Tanah Papua dirancang untuk membangun kemandirian berbasis potensi lokal.

“Kita ingin membangun kemandirian pangan di seluruh pulau, termasuk Papua. Pangan untuk saudara-saudara kita di Papua harus dipenuhi dari Papua sendiri. Beras, sagu, ubi, dan pangan lokal lainnya harus kita kembangkan bersama masyarakat setempat,” kata Mentan Amran.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Kementan, Hermanto, memastikan bahwa seluruh proses pengembangan lahan cetak sawah dilakukan secara inklusif dan menghormati keberadaan hak ulayat.

Baca Juga: Sikap Tegas BGN: Sudaryono Copot 137 Kepala Dapur Makan Bergizi Gratis Imbas Kasus Keracunan dan Penyimpangan

“Cetak sawah ini kita bangun berdasarkan persetujuan pemegang hak ulayat. Jadi, dari masyarakat untuk masyarakat. Pemerintah memberikan bantuan, memfasilitasi lahan tidur dirubah menjadi sawah yang lebih produktif. Hasilnya pun untuk masyarakat guna meningkatkan kesejahteraannya. Sekali lagi saya sampaikan, tidak ada cetak sawah itu hak ulayatnya dihilangkan atau diambil alih,” ujar Hermanto.

Untuk menunjang produktivitas dan modernisasi, Kementan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana produksi secara komprehensif, meliputi 50 ton benih padi unggul, puluhan unit traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, hingga drone pertanian.

Seluruh operasional lapangan dikelola oleh kelompok-kelompok Brigade Pangan setempat.

Dukungan penuh ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah daerah. Bupati Sorong Selatan, Petronela Krenak, optimis bahwa hasil panen dari cetak sawah ini mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat luas di Tanah Papua.

“Tujuannya hanya untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di wilayah pelosok tanah air di seluruh Indonesia, lebih khusus kita yang ada di Kabupaten Sorong Selatan. Semoga dari hasil cetak sawah ini, kita juga akan menyalurkan hasilnya untuk lima provinsi lainnya yang ada di tanah Papua,” ujar Petronela Krenak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menilai momentum tanam perdana ini memiliki arti strategis bagi ketahanan pangan daerah dan dukungan terhadap program pembangunan nasional.

“Hari ini kita sejatinya tidak hanya menanam padi, tetapi kita sedang menanam harapan menuju kemandirian pangan, baik secara lokal di Papua Barat Daya maupun nasional. Dengan ketahanan pangan yang kita miliki, maka kita tidak lagi bergantung pada produk dari luar, dan ini nantinya akan sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis ke depan,” kata Ahmad.

Pengembangan cetak sawah di Kabupaten Sorong Selatan merupakan bagian dari agenda masif pemerintah dalam memperkuat kawasan pangan di Indonesia Timur.

Hingga 2026, akumulasi pencetakan sawah di Papua Barat Daya ditargetkan mencapai 4.675 hektare, dari total keseluruhan 83.030 hektare cetak sawah yang dikembangkan di seluruh wilayah Tanah Papua demi terwujudnya swasembada pangan nasional.

Baca Juga: Tepis Isu Lahan Papua Dihargai Rp100 Ribu/Ha, Mentan Amran: Sawah 137 Ribu Hektare Murni Milik Rakyat


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK