Fakta Nasional

PKS Minta Pemerintah Sikapi Isu MSCI Secara Proporsional

Politisi senior PKS Mulyanto menilai ancaman penurunan status bursa oleh MSCI adalah masalah teknokratis tata kelola, bukan geopolitik. Ia mendesak OJK dan BEI fokus melakukan perbaikan nyata tanpa mempolitisasi isu tersebut.

Penulis: argenteaayu Thursday, 29 October 2026 📖 1 menit
PKS Minta Pemerintah Sikapi Isu MSCI Secara Proporsional

FAKTANASIONAL.NET - Isu mengenai ancaman penurunan peringkat bursa Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International menuai perhatian publik. Muncul wacana untuk membentuk sistem pemeringkatan pasar modal nasional sebagai bentuk respons.

Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera Mulyanto menyampaikan pandangannya pada Rabu malam, 28 Oktober 2026. Ia mengapresiasi gagasan tersebut sebagai simbol semangat kemandirian ekonomi. Meski demikian, ia menilai implementasinya bukan perkara yang mudah dilakukan.

Menurut Mulyanto, kepercayaan investor global tidak bisa ditentukan secara sepihak. Kepercayaan tersebut lahir melalui transparansi, integritas, serta penegakan hukum yang konsisten.

Ia menegaskan bahwa persoalan MSCI murni masalah teknokratis dan tata kelola pasar modal. Isu ini dinilai bukan masalah kedaulatan negara ataupun geopolitik.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar masalah ini tidak dibawa ke ranah politik. Langkah politisasi justru berpotensi memperumit proses penyelesaian masalah yang ada.

Perhatian utama dari lembaga MSCI mencakup transparansi kepemilikan saham dan keakuratan free float. Selain itu, ada pula sorotan terhadap dugaan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar.

Berbagai catatan penting tersebut harus dijawab melalui langkah perbaikan nyata di bursa. Otoritas Jasa Keuangan serta Bursa Efek Indonesia memegang peranan kunci. Kedua lembaga ini dinilai memiliki kewenangan dan kompetensi teknis yang sesuai.

Pemerintah dan DPR diharapkan memberikan dukungan penuh agar otoritas bekerja secara independen. Pembenahan harus difokuskan pada perlindungan investor serta penegakan hukum yang tegas.

Komunikasi secara terbuka dan konstruktif kepada lembaga indeks internasional juga sangat diperlukan. Kritik objektif dari lembaga global harus diterima sebagai sarana introspeksi diri.

Mulyanto berpesan agar bangsa Indonesia tidak sibuk membuat penilaian sendiri. Perbaikan tata kelola bursa yang nyata jauh lebih penting untuk membangun kepercayaan pasar global secara berkelanjutan.[ayu]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK