Fakta Nasional

Sisa Pembakaran Sampah Picu Kebakaran Lahan 20 Hektare di Sabu Raijua NTT

FAKTANASIONAL.NET — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya mengungkap penyebab utama peristiwa kebakaran lahan yang menghanguskan area seluas 20 hektare di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Amukan si jago merah yang me…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Jessy Serianda Editor: Redaksi 📍 Nasional Monday, 15 June 2026 📖 2 menit
Sisa Pembakaran Sampah Picu Kebakaran Lahan 20 Hektare di Sabu Raijua NTT
Petugas BPBD Kabupaten Sabu Raijua bersama aparat TNI, Polri, dan masyarakat peduli api bergotong-royong memadamkan sisa titik api yang membakar lahan kering seluas 20 hektare di Kecamatan Sabu Tengah, Sabu Raijua, NTT./Dok. BPBD NTT

FAKTANASIONAL.NET — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya mengungkap penyebab utama peristiwa kebakaran lahan yang menghanguskan area seluas 20 hektare di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Amukan si jago merah yang melahap vegetasi hamparan kering tersebut dilaporkan terjadi sejak Kamis (11/6/2026) siang hingga sempat memicu kepanikan luar biasa bagi warga yang tinggal di sekitar pemukiman setempat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana kebakaran lahan ini melanda wilayah administrasi dua desa sekaligus, yaitu Desa Eimau dan Desa Eilode yang berada di kawasan Kecamatan Sabu Tengah.

Menurut Abdul, petaka ini diduga kuat bermula dari tindakan pembakaran sampah yang tidak diawasi dengan baik oleh warga setempat.

Baca Juga: HKB 2026: BNPB Berikan 2.257 Bibit Pohon, Tingkatkan Mitigasi Berbasis Vegetasi

Kondisi cuaca yang sangat kering ditambah dengan faktor embusan angin kencang di lapangan kemudian membuat rembetan api menjadi tidak terkendali dan meluas dalam waktu singkat.

"Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Sabu Raijua dan tim gabungan mengungkap penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari sisa pembakaran sampah, yang kemudian terbawa angin, sehingga menyebar dan memicu kebakaran luas," terang Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026), seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan laporan kronologis yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, titik api mulai terdeteksi merayap di permukaan lahan sejak Kamis siang. Menyadari kobaran api kian mendekati area perumahan, warga setempat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang karena khawatir tempat tinggal mereka ikut terbakar.

Merespons laporan kedaruratan itu, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua langsung diterjunkan secara masif ke titik lokasi kejadian untuk melakukan upaya lokalisasi dan pemadaman demi memutus jalur perambatan api.

Dalam operasi taktis di lapangan, tim reaksi cepat BPBD berkolaborasi aktif dengan aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, jajaran instansi pemerintah daerah terkait, serta kelompok masyarakat peduli api binaan setempat.

Belajar dari insiden ini, pihak BNPB mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan harian mereka.

Warga sangat dilarang untuk melakukan aktivitas pembakaran sampah secara sembarangan ataupun memaksakan diri membuka lahan baru dengan metode membakar, terutama saat wilayah NTT mulai memasuki siklus musim kemarau yang rawan bencana kebakaran.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK