BNPB Tangani Dampak Banjir, Karhutla, dan Cuaca Ekstrem di Tiga Wilayah Indonesia

BNPB mengonfirmasi per 31/5/2026 bahwa genangan air di pemukiman warga telah surut dan kini membutuhkan pengerahan alat berat untuk pembersihan total./Dok. BNPB Kab. Barito Utara

FAKTANASIONAL.NET — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian kejadian bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia dalam kurun waktu 24 jam terakhir, terhitung sejak Sabtu 30/5/2026 pukul 07.00 WIB hingga Minggu 31/5/2026 pukul 07.00 WIB.

Rentetan peristiwa tersebut meliputi bencana banjir di Kabupaten Poso, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Kuala, serta terjangan cuaca ekstrem di Kabupaten Deli Serdang.

Melalui keterangan tertulis resmi Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB yang dirilis pada Minggu 31/5/2026, otoritas menegaskan bahwa jajaran pimpinan pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengintensifkan pemantauan visual, pendataan korban, serta eksekusi langkah penanganan taktis di lapangan.

Upaya ini difokuskan guna menekan dampak risiko logistik dan memastikan seluruh kebutuhan dasar para jemaah atau masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara cepat.

Kejadian pertama yang ditangani adalah bencana banjir di Kabupaten Poso, Provinsi Sulawesi Tengah. Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan debit air Sungai Betalemba yang berujung pada jebol dan robohnya struktur tanggul pada Sabtu 30/5/2026 pukul 17.00 WITA.

Baca Juga: Kepala BNPB: Penanggulangan Bencana di Indonesia Butuh Kolaborasi Lintas Sektor

Dampak genangan banjir ini menggenapi wilayah permukiman warga di Desa Betalemba, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, dengan total korban terdampak mencapai 25 kepala keluarga (KK). Rapor kerugian material di lokasi mencatat adanya 25 unit rumah tinggal warga yang terendam, satu ruas jalan penghubung yang lumpuh, serta satu titik tanggul sungai yang hancur total.

Merespons situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah langsung diterjunkan untuk melakukan kaji cepat kelayakan medan.

Otoritas lokal mengidentifikasi bahwa kebutuhan mendesak yang diperlukan di lapangan saat ini adalah mobilisasi alat berat guna membersihkan material lumpur serta percepatan konstruksi tanggul darurat yang baru. Berdasarkan pembaruan kondisi terkini di area terdampak, genangan air dilaporkan telah surut sepenuhnya pada Sabtu 30/5/2026 sekitar pukul 19.20 WITA.

Sementara itu, dari kluster bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Selatan, peristiwa karhutla dilaporkan melanda Kabupaten Barito Kuala pada Jumat 29/5/2026 pukul 15.33 WITA.

Insiden kebakaran vegetasi tersebut membakar kawasan lahan terbuka di Desa Sungai Raya, Kecamatan Cerbon. BNPB memastikan tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini, sedangkan kerugian material dihitung dari hangusnya sekitar 1 hektare area lahan publik. Personel BPBD setempat langsung berkoordinasi dengan instansi pemadam gabungan untuk melakukan asesmen dan pemadaman statis, sehingga per Sabtu 30/5/2026 amukan titik api dipastikan telah padam total.

Selanjutnya, terjangan cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang disertai angin kencang atau puting beliung dilaporkan melanda Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat 29/5/2026 pukul 22.00 WIB.

Dampak kerusakan bangunan menyebar di lima wilayah administrasi, yakni Desa Bulu Cina, Desa Kota Rantang, Desa Lama, Desa Hamparan Perak, dan Desa Sei Baharu yang berada di bawah lingkup Kecamatan Hamparan Perak.

Amukan angin kencang tersebut berdampak langsung pada 61 kepala keluarga (KK) atau setara dengan 231 jiwa. Berdasarkan hasil verifikasi fisik, kerugian infrastruktur yang ditimbulkan meliputi empat unit rumah berkategori rusak berat, 19 unit rumah rusak sedang, serta 37 unit rumah mengalami rusak ringan.

BPBD Kabupaten Deli Serdang saat ini terus mendampingi penanganan di lapangan, dan per Sabtu 30/5/2026 sebagian besar warga terdampak dilaporkan telah mulai melakukan perbaikan atap rumah secara mandiri.

Selain merilis data penanganan, BNPB memaparkan proyeksi prakiraan cuaca dari BMKG untuk periode empat hari ke depan. Secara umum, atmosfer Indonesia masih didominasi oleh potensi hujan ringan hingga lebat.

Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi hujan intensitas sedang di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Lebih dari itu, potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang berpeluang terjadi dengan status tingkat peringatan dini Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) khusus di wilayah Papua Pegunungan.

Risiko ancaman angin kencang sektoral juga patut diwaspadai oleh warga yang bermukim di daerah Aceh, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Maluku.

Mengantisipasi dinamika cuaca tersebut, BNPB mengeluarkan imbauan nasional agar masyarakat memperketat kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi basah maupun kering. Warga yang berada di sepanjang bantaran sungai rawan banjir diminta rutin memantau fluktuasi debit air dan segera melakukan evakuasi mandiri apabila situasi mulai membahayakan keselamatan.

Untuk mitigasi angin kencang, masyarakat diimbau menghindari struktur pohon tua atau baliho yang rentan tumbang. Sementara untuk wilayah rawan karhutla, warga dilarang keras melakukan aktivitas pembakaran lahan secara terbuka dan diminta segera melapor ke petugas apabila mendeteksi munculnya kepulan asap.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Sejumlah Wilayah: BNPB Catat Ratusan Rumah Rusak dan Terendam Banjir