FAKTANASIONAL.NET – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto menegaskan bahwa penyelenggaraan mitigasi kebencanaan nasional tidak akan bisa dilakukan oleh pihak pemerintah semata.
Pernyataan tersebut disampaikan Suharyanto usai menandatangani nota kesepahaman dengan Yayasan Kartika Eka Paksi di Jakarta pada Kamis (21/5/2026).
Suharyanto memaparkan bahwa tingkat kerawanan ancaman bencana di Indonesia pada masa kini masih berada pada posisi yang sangat tinggi secara menyeluruh.
Potensi kejadian kedaruratan yang dapat mengancam keselamatan masyarakat luas tersebut mencakup jenis bencana hidrometeorologi, geologi, hingga peristiwa kebencanaan nonalam.
Berbagai fenomena alam seperti musibah banjir, pergerakan tanah longsor, guncangan gempa bumi, hingga bahaya letusan gunung api masih terus membayangi warga.
Potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu kejadian kebakaran hutan dan lahan serta fenomena kekeringan panjang juga selalu menjadi ancaman bencana di Indonesia setiap tahunnya.
Suharyanto menjelaskan bahwa kondisi kerawanan geografis tersebut mengharuskan adanya dukungan penuh dan kolaborasi konkret dari seluruh elemen pemangku kepentingan negara.
Upaya mitigasi darurat mutlak membutuhkan partisipasi aktif dari jajaran lembaga sosial kemasyarakatan, pihak dunia usaha komersial, kalangan akademisi, hingga elemen masyarakat luas.
Kerja sama strategis lintas pemangku kepentingan ini dinilai sebagai satu-satunya jalan untuk memperkuat kapasitas kesiapsiagaan darurat dalam skala nasional.
“Kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi strategis sebagai langkah positif dalam memperkuat kesiapsiagaan dan kapasitas nasional guna menghadapi berbagai ancaman bencana yang semakin kompleks,” ujar Suharyanto.
Institusi kebencanaan ini selalu berkomitmen untuk terus merajut kerja sama dengan berbagai instansi demi meningkatkan efektivitas operasional perlindungan publik.
Setiap jalinan kemitraan diharapkan mampu melahirkan berbagai rumusan program nyata yang dapat menurunkan secara langsung tingkat risiko kebencanaan di setiap daerah.
Pemerintah juga tidak pernah lelah mendorong kesadaran kolektif untuk membangkitkan semangat gotong royong saat menghadapi fase tanggap darurat di lapangan.
“Semoga kerja sama yang dibangun pada hari ini dapat berjalan dengan lancar, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat ketangguhan bangsa menghadapi bencana,” pungkas Kepala BNPB.
(*Red)











