FAKTANASIONAL.NET – Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat rentetan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan melanda Provinsi Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Aceh pada pertengahan Juli 2026.
Peristiwa bencana hidrometeorologi tersebut terjadi secara beruntun dalam rentang waktu Selasa hingga Rabu pagi di berbagai titik wilayah Indonesia.
Di wilayah Jawa Timur kobaran api melumat lahan perkebunan tebu seluas empat hektare di Desa Kertorejo Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang.
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat berhasil memadamkan amukan api secara tuntas pada hari kejadian tersebut.
Insiden Kebakaran Hutan dan Lahan yang lebih luas tercatat melanda kawasan Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar di Provinsi Kalimantan Selatan.
Lahan semak belukar seluas 12,6 hektare di Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Landasan Ulin Timur Kota Banjarbaru hangus menyusul kondisi cuaca yang sangat kering.
Pemadaman di Kelurahan Cempaka telah rampung dilakukan namun petugas masih berupaya keras memadamkan sisa api di wilayah Landasan Ulin Timur.
Sementara itu di wilayah Kabupaten Banjar api menghanguskan 10 hektare hamparan lahan di Kelurahan Tungkaran Kecamatan Martapura sebelum akhirnya dipadamkan oleh petugas gabungan.
Kasus serupa juga terjadi di Desa Gayo Murni Kecamatan Atu Lintang Kabupaten Aceh Tengah yang menghanguskan sekitar satu hektare lahan.
Penyebab pasti dari seluruh kejadian kebakaran beruntun di berbagai provinsi tersebut saat ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang.
Pihak berwenang menduga kuat cuaca panas ekstrem menjadi salah satu faktor utama yang memicu mudahnya api menjalar bebas di area terbuka.
Otoritas kebencanaan mengimbau seluruh elemen pemerintah daerah dan masyarakat sipil untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan guna menghadapi ancaman bencana.
Langkah mitigasi proaktif secara berkelanjutan dinilai sangat penting untuk meminimalisasi potensi meluasnya dampak kerusakan alam akibat api.
Masyarakat secara khusus diminta untuk tidak membuang sumber api sembarangan yang dapat menjadi pemicu kebakaran di berbagai area rawan kering.
(*Red)











