Fakta Nasional

Starbucks Korea Diguncang Skandal Iklan, Polisi Geledah Kantor Pusat usai Tuai Kecaman Publik

FAKTANASIONAL.NET - Kantor pusat Starbucks Korea Selatan digeledah aparat kepolisian pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari penyelidikan atas kontroversi kampanye iklan yang memicu kemarahan publik. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan pid…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: Aditya Editor: Redaksi 📍 Nasional Thursday, 06 August 2026 📖 1 menit
Starbucks Korea Diguncang Skandal Iklan, Polisi Geledah Kantor Pusat usai Tuai Kecaman Publik
Starbucks Korea Diguncang Skandal Iklan, Polisi Geledah Kantor Pusat usai Tuai Kecaman Publik/(Pixabay)
) -->

FAKTANASIONAL.NET - Kantor pusat Starbucks Korea Selatan digeledah aparat kepolisian pada Rabu (5/8) sebagai bagian dari penyelidikan atas kontroversi kampanye iklan yang memicu kemarahan publik.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya laporan pidana yang diajukan kelompok sipil sekitar dua bulan lalu, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia.

Penyidik dari Korps Detektif Khusus Badan Kepolisian Metropolitan Seoul mendatangi kantor pusat Starbucks Korea yang berada di gedung Centerfield, Distrik Gangnam, Seoul.

Dalam penggeledahan itu, polisi menyita berbagai dokumen dan materi yang berkaitan dengan proses penyusunan kampanye pemasaran tersebut untuk mengetahui bagaimana iklan tersebut diproduksi hingga menimbulkan polemik.

Kampanye "Tank Day" Picu Kontroversi

Kontroversi bermula ketika Starbucks Korea meluncurkan promosi bertajuk "Tank Day" untuk memperkenalkan lini tumbler "Tank".

Namun, peluncuran kampanye itu bertepatan dengan Hari Gerakan Demokratisasi yang mengenang Pemberontakan Gwangju 1980, peristiwa berdarah yang menewaskan lebih dari 100 warga sipil dalam demonstrasi pro-demokrasi.

Menurut laporan yang dikutip dari CNN Indonesia, sejumlah kalangan menilai slogan kampanye "Tak! di atas meja" dianggap melecehkan mendiang aktivis demokrasi Park Jong Cheol, yang meninggal setelah mengalami penyiksaan oleh aparat kepolisian. Kata "tak" dalam bahasa Korea menggambarkan bunyi benturan keras dan dinilai memiliki makna sensitif dalam konteks sejarah tersebut.

Peristiwa Gwangju sendiri masih menjadi luka sejarah bagi masyarakat Korea Selatan dan tetap menjadi isu yang sangat sensitif hingga kini.

Akibat polemik tersebut, para penyintas Gerakan Demokratisasi 18 Mei bersama kelompok sipil melaporkan Ketua Grup Shinsegae Chung Yong Jin beserta sejumlah pihak lainnya atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Khusus Gerakan Demokratisasi 18 Mei, penghinaan, serta pencemaran nama baik.

Starbucks Korea diketahui merupakan anak perusahaan raksasa ritel Shinsegae.

Starbucks Korea telah menyampaikan permintaan maaf resmi, sementara Starbucks Global membuka penyelidikan internal.

Sehari setelah kampanye diluncurkan, Shinsegae juga memberhentikan CEO Starbucks Korea dengan alasan adanya strategi pemasaran yang dinilai tidak pantas.

Kontroversi itu turut berdampak pada penurunan penjualan. Pada Juni lalu, seluruh gerai Starbucks di Korea Selatan bahkan sempat ditutup sementara selama satu sore agar seluruh karyawan mengikuti pelatihan wajib mengenai kesadaran sejarah dan kepekaan sosial.[dit]


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK