Toga Kelompok yang Benci Prabowo
Menurut Budiman, Presiden Prabowo persis seperti para pendiri bangsa yang anti-oligarki (anti-kolonialis) dan sangat dekat dengan rakyat (pro-rakyat).
FAKTANASIONAL.NET - Setelah menjelaskan tiga kelompok yang tidak suka (benci) dengan Presiden Prabowo, Budiman Sudjatmiko menyamakan Presiden Prabowo dengan para founding fathers (pendiri bangsa) seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sutan Syahrir, dan lain-lain, yang memiliki hubungan yang baik dengan pemimpin dunia (gaul seperti teman), pada saat yang sama juga dekat dengan rakyat (sangat pro-rakyat).
Tiga kelompok pembenci Presiden Prabowo, kata Budiman, adalah:
Pertama, kaum neo-liberalis.
Yakni, para oligarki yang menguasai pasar. Mereka menguasai pasar dari hulu sampai ke hilir. Dari yang kecil-kecil hingga yang besar-besar. Mereka ini sekelompok kecil orang yang sangat kaya raya. Mereka ini tidak ingin negara ikut campur dalam pasar. Mereka bisa lebih besar dari negara, bahkan mengangkangi negara.
Kedua, kaum sosial liberalis.
Agak mirip dengan kaum neo-liberalis, tapi kelompok ini aktivis civil society, yang tidak ingin negara ikut campur (intervensi) urusan masyarakat.
Masyarakat (civil society) harus diberikan kebebasan yang tanpa batas mengurus dirinya sendiri. Negara cukup menjadi administratif saja. Mereka tidak mau negara terlalu kuat dan menjadi otoriter. Apalagi kalau bersatu dengan oligarki seperti pada masa Orde Baru.
Ketiga, kaum populis agraris.
Yakni, kelompok yang anti-kemajuan. Anti kemajuan terhadap masyarakat di desa. Mereka ingin desa, yang seperti desa, yang penuh dengan ke-asri-an, tanpa sentuhan teknologi yang macam-macam.
Kemajuan terhadap masyarakat agraris harus dicurigai sebagai malapetaka. Kira-kira begitulah penjelasan Budiman Sudjatmiko terhadap orang-orang yang membenci Presiden Prabowo.
Padahal, menurut Budiman Sudjatmiko, Presiden Prabowo persis seperti para pendiri bangsa, yang anti-oligarki (anti-kolonialis), dan pada saat yang sama sangat dekat dengan rakyat (pro-rakyat).
Selama puluhan tahun baru kali ini ada Presiden yang tidak mau berdamai dengan oligarki, kalau itu menyusahkan rakyat. Anehnya, seolah-olah rakyat dibuat menentang Presiden yang seperti ini. Dituduh menghambur-hamburkan uang negara, padahal untuk kemajuan rakyat itu sendiri. (ERIZAL)
Sumber: FB @Erizal.Sastra
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.