Wantimpres Bidang Polhukam Bahas Isu Strategis
Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Polhukam menggelar rapat koordinasi di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pertemuan ini membahas berbagai isu krusial seperti stabilitas politik, reformasi hukum, ketahanan energi, hingga penanganan masalah Papua untuk dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
FAKTANASIONAL.NET - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) mengadakan rapat penting pada Rabu, 28 Oktober 2026. Pertemuan ini berlangsung di Kantor Wantimpres yang terletak di Jakarta.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh jajaran internal guna membahas sejumlah isu strategis nasional. Agenda utama yang menjadi fokus pembahasan meliputi stabilitas politik dalam negeri, reformasi hukum, dan langkah pemberantasan korupsi yang efektif.
Selain itu, para anggota dewan turut mengkaji masalah keamanan siber serta penyelesaian persoalan di Papua secara komprehensif. Topik penting lain yang tidak kalah mendesak adalah upaya menjaga ketahanan energi dan pangan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Seluruh rangkaian pembahasan ini dilakukan karena berbagai tantangan tersebut membutuhkan langkah penanganan yang terukur. Diperlukan juga koordinasi lintas sektor yang kuat serta kebijakan yang berpihak secara nyata kepada kepentingan masyarakat luas.
Dalam keterangan resminya, pihak Wantimpres menyatakan komitmen penuh untuk menjalankan tugas konstitusional mereka. Mereka siap memberikan berbagai nasihat dan pertimbangan yang bersifat objektif, kritis, serta berbasis data valid kepada Presiden Prabowo Subianto.
Langkah strategis ini diambil demi memperkuat stabilitas nasional secara menyeluruh. Selain itu, masukan tersebut bertujuan menjaga kedaulatan negara serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Rapat penting ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang menjabat sebagai anggota dewan. Di antaranya adalah Koordinator Bidang Polhukam Agum Gumelar serta Budi Gunawan yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Turut hadir pula anggota dewan lainnya seperti Ida Bagus Purwalaksana, Bambang Soesatyo, dan Anwar Usman. Sederet nama lain yang mengikuti jalannya rapat meliputi Margarito Kamis, Rocky Gerung, serta Mohamad Hatta.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah resmi melantik jajaran pimpinan dan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia. Prosesi pelantikan tersebut dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, pada tanggal 2 Oktober 2026 yang lalu.
Dalam susunan pengurus tersebut, Pratikno dipercaya untuk mengemban posisi sebagai Ketua dewan. Sementara itu, posisi Wakil Ketua diisi oleh Hatta Rajasa bersama dengan total 24 anggota lainnya.
Seluruh proses pengangkatan dewan penasihat ini didasarkan pada ketentuan resmi negara. Pelantikan tersebut mengacu langsung pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107 P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia.[ayu]
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.