Waspada 'Lapar Mata' saat Bukber, Berikut Hidangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung
FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Momen buka puasa bersama (bukber) sering kali menjadi ajang "balas dendam" kuliner setelah seharian menahan lapar. Meja makan yang penuh dengan takjil manis, gorengan hangat, hingga hidangan pedas tentu sangat menggoda…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Momen buka puasa bersama (bukber) sering kali menjadi ajang "balas dendam" kuliner setelah seharian menahan lapar. Meja makan yang penuh dengan takjil manis, gorengan hangat, hingga hidangan pedas tentu sangat menggoda.
Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung, euforia bukber bisa berubah menjadi petaka jika salah memilih menu.
Perut yang kosong selama belasan jam berada dalam kondisi sensitif, sehingga salah asupan sedikit saja bisa memicu perih di ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn).
Agar silaturahmi tetap nyaman dan ibadah puasa esok hari tidak terganggu, berikut adalah 5 pantangan menu bukber yang wajib diwaspadai:
1. Si Merah yang Menggoda: Makanan Pedas
Sambal dan lauk berbumbu cabai memang penambah selera makan yang juara.
Baca Juga: Nostalgia Manis Ramadhan: Deretan Buah Khas yang Selalu Dinanti
Sayangnya, kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi dinding lambung dan merangsang produksi asam lambung secara berlebih. Mengonsumsi pedas saat perut kosong adalah "lampu merah" bagi penderita maag.
2. Duo Lemak: Gorengan dan Santan Kental
Bakwan, mendoan, hingga gulai dan kolak bersantan kental adalah hidangan wajib saat bukber. Namun, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu ekstra untuk dicerna.
Proses pencernaan yang lambat ini memberikan tekanan pada katup lambung, sehingga asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
3. Pelepas Dahaga yang Berisiko: Kopi dan Soda
Es kopi susu kekinian atau minuman berkarbonasi sering dipilih untuk membasuh tenggorokan saat azan Magrib. Padahal, kafein pada kopi (dan teh pekat) serta gas pada soda dapat melemahkan otot sfingter esofagus (katup antara kerongkongan dan lambung).
Akibatnya, gas menumpuk di perut dan menyebabkan rasa kembung serta perih.
4. Buah-Buahan Sitrus (Asam)
Meski segar, hindari berbuka dengan buah yang memiliki tingkat keasaman tinggi seperti jeruk nipis, lemon, nanas, atau tomat. Tingkat pH yang rendah pada buah-buahan ini dapat langsung memicu iritasi pada lapisan lambung.
Anda dapat memilih kurma, pisang, pepaya, atau melon yang teksturnya lembut dan sifatnya basa sebagai menu bukber.
5. Cokelat dan Peppermint
Dua bahan ini sering ditemukan dalam menu pencuci mulut (dessert). Cokelat mengandung senyawa methylxanthine yang secara alami dapat mengendurkan katup lambung. Begitu pula dengan sensasi dingin dari peppermint yang bagi sebagian penderita GERD justru memicu naiknya asam lambung.
Baca Juga: Maag Bukan Penghalang: Begini Strategi Menaklukkan Asam Lambung Selama Ramadan
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.