Fakta Nasional

Waspada 'Lapar Mata' saat Bukber, Berikut Hidangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung

FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Momen buka puasa bersama (bukber) sering kali menjadi ajang "balas dendam" kuliner setelah seharian menahan lapar. Meja makan yang penuh dengan takjil manis, gorengan hangat, hingga hidangan pedas tentu sangat menggoda…

volume_up

Dengarkan Ringkasan

Penulis: admin Editor: Redaksi 📍 Nasional Saturday, 21 February 2026 📖 2 menit
Waspada 'Lapar Mata' saat Bukber, Berikut Hidangan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung
Berikut makanan yang harus penderita GERD hindari ketika berbuka! (Dok. Dapur KOBE)

FAKTANASIONAL.NET, LIFESTYLE – Momen buka puasa bersama (bukber) sering kali menjadi ajang "balas dendam" kuliner setelah seharian menahan lapar. Meja makan yang penuh dengan takjil manis, gorengan hangat, hingga hidangan pedas tentu sangat menggoda.

Namun, bagi penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) atau asam lambung, euforia bukber bisa berubah menjadi petaka jika salah memilih menu.

Perut yang kosong selama belasan jam berada dalam kondisi sensitif, sehingga salah asupan sedikit saja bisa memicu perih di ulu hati, mual, hingga sensasi terbakar di dada (heartburn).

Agar silaturahmi tetap nyaman dan ibadah puasa esok hari tidak terganggu, berikut adalah 5 pantangan menu bukber yang wajib diwaspadai:

1. Si Merah yang Menggoda: Makanan Pedas

Sambal dan lauk berbumbu cabai memang penambah selera makan yang juara.

Baca Juga: Nostalgia Manis Ramadhan: Deretan Buah Khas yang Selalu Dinanti

Sayangnya, kandungan capsaicin dalam cabai dapat mengiritasi dinding lambung dan merangsang produksi asam lambung secara berlebih. Mengonsumsi pedas saat perut kosong adalah "lampu merah" bagi penderita maag.

2. Duo Lemak: Gorengan dan Santan Kental

Bakwan, mendoan, hingga gulai dan kolak bersantan kental adalah hidangan wajib saat bukber. Namun, makanan tinggi lemak membutuhkan waktu ekstra untuk dicerna.

Proses pencernaan yang lambat ini memberikan tekanan pada katup lambung, sehingga asam lambung lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.

3. Pelepas Dahaga yang Berisiko: Kopi dan Soda

Es kopi susu kekinian atau minuman berkarbonasi sering dipilih untuk membasuh tenggorokan saat azan Magrib. Padahal, kafein pada kopi (dan teh pekat) serta gas pada soda dapat melemahkan otot sfingter esofagus (katup antara kerongkongan dan lambung).

Akibatnya, gas menumpuk di perut dan menyebabkan rasa kembung serta perih.

4. Buah-Buahan Sitrus (Asam)

Meski segar, hindari berbuka dengan buah yang memiliki tingkat keasaman tinggi seperti jeruk nipis, lemon, nanas, atau tomat. Tingkat pH yang rendah pada buah-buahan ini dapat langsung memicu iritasi pada lapisan lambung.

Anda dapat memilih kurma, pisang, pepaya, atau melon yang teksturnya lembut dan sifatnya basa sebagai menu bukber.

5. Cokelat dan Peppermint

Dua bahan ini sering ditemukan dalam menu pencuci mulut (dessert). Cokelat mengandung senyawa methylxanthine yang secara alami dapat mengendurkan katup lambung. Begitu pula dengan sensasi dingin dari peppermint yang bagi sebagian penderita GERD justru memicu naiknya asam lambung.

Baca Juga: Maag Bukan Penghalang: Begini Strategi Menaklukkan Asam Lambung Selama Ramadan


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK