“Dapur ini paling siap dari segi standar, kapasitas, dan sumber daya manusia. Ini contoh standar dapur yang baik yang harus dijaga standarnya,” ujar Gus Imin.
Dia mengungkapkan bahwa kunjungan program perdana MBG merupakan cara untuk mensukseskan sekaligus mengawasi jalannya hari perdana pemberian makanan bergizi gratis dari pemerintah. “Ini bagian dari upaya terus perbaikan agar nanti semua sesuai dengan standar,” kata Cak Imin.
Dapur Kabayun ini melibatkan petani sayuran dan supplier lokal yang berdampak positif terhadap UMK di sekitar Dapur Kabayun. “Dapur ini paling siap dari segi standar, kapasitas, dan sumber daya manusia. Ini contoh standar dapur yang baik yang harus dijaga standarnya,” ungkap Gus Imin.
Untuk diketahui, anggaran yang dialokasikan pemerintah untuk program MBG tahun 2025 ini sebesar Rp 71 triliun dengan target penerima sebanyak 19,47 juta jiwa. Rinciannya, sebesar Rp 63,36 triliun digunakan untuk pemenuhan gizi nasional, sementara sisanya untuk dukungan manajemen operasional.
Program ini, menurut Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Hasbi, seperti dikutip dari Kompas, akan terealisasi dalam waktu paling lambat lima tahun, menyasar 82 juta orang penerima manfaat dari program MBG. Hingga Desember 2024, ada sekitar 150 dapur yang melakukan uji coba MBG.[dnl]











