Penurunan ini belum sepenuhnya dipengaruhi konflik, melainkan musim panas di India dan kebijakan substitusi impor dengan produksi lokal.
Di sisi Pakistan, tren penurunan impor sudah terlihat selama tiga tahun terakhir, seiring insentif pemerintah untuk mendukung pemanfaatan batu bara domestik.
Ke depan, APBI masih kesulitan memprediksi dampak jangka panjang perang terhadap ekspor batu bara. Untuk mengantisipasi risiko, Indonesia perlu memperkuat diversifikasi pasar, mencari alternatif pembeli baru di Asia Tenggara, Timur Tengah, bahkan Eropa.
Selain itu, meningkatkan kualitas batu bara dan mematuhi standar emisi global dapat membuka peluang ekspor ke pasar-pasar yang lebih ketat regulasi lingkungan.[dit]











