JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Semangat kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara peringatan, tetapi juga diwujudkan lewat komitmen nyata dalam menjaga ketahanan energi nasional. Pada momen ini, Direksi dan Komisaris PT Nusantara Regas (NR) melaksanakan Management Walkthrough (MWT) di Onshore Receiving Facility (ORF) Muara Karang, Jakarta, pada Minggu (17/8).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional penyaluran gas dalam menghadapi potensi lonjakan kebutuhan energi terutama mengantisipasi pemenuhan defisit gas untuk pembangkit listrik PLN.
Kegiatan MWT ini difokuskan pada pemantauan pola operasi gas di fasilitas Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) dan ORF yang berperan penting dalam menyuplai kebutuhan energi bagi pembangkit listrik utama di Jakarta dan Jawa bagian barat.
Pasokan gas dari fasilitas regasifikasi NR menjadi penopang utama kelistrikan di kawasan Ring 1, yang mencakup istana negara, gedung pemerintahan, hingga objek vital nasional lainnya.
Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya kebutuhan listrik nasional. Berdasarkan data PLN, konsumsi listrik pada semester I 2025 mencapai 155,62 TWh, naik 4,36 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 149,11 TWh.
Kenaikan ini menunjukkan tren peningkatan permintaan energi, termasuk pada bulan Agustus yang identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan.
Komisaris Utama PT Nusantara Regas, Mulyono, menegaskan bahwa momen kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya menjaga kemandirian energi nasional.
“Sebagai bagian dari Pertamina Group, Nusantara Regas memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan keandalan suplai LNG, yang tidak hanya menopang sistem kelistrikan di Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (18/8/2025).
“Operasional fasilitas Nusantara Regas menunjukkan kinerja yang baik sepanjang tahun ini namun akan terus diuji pada kondisi yang mengharuskan FSRU beroperasi pada kapasitas lebih tinggi dari mode operasi normal,” tambah Mulyono.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Nusantara Regas, Mohd. Iskandar Mirza, meyakini bahwa capaian positif Nusantara Regas menjadi modal penting untuk mendukung ketahanan energi nasional.
Hal ini semakin relevan mengingat kebutuhan LNG diperkirakan terus meningkat, sementara proyeksi menunjukkan adanya defisit gas yang kian besar hingga tahun 2035.
