Daerah  

Banjir Bandang Nagekeo: 3 Warga Tewas, 4 Masih Hilang Disapu Arus

Banjir bandang yang melanda Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (8/9/2025), menelan korban jiwa/Dok. BNPB.

BMKG memprediksi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi mengguyur wilayah Nagekeo hingga 11 September 2025. Kondisi ini dapat memicu banjir maupun tanah longsor. BNPB meminta warga, terutama di Kecamatan Mauponggo, tetap waspada dan mengikuti arahan pemerintah daerah.

Karakteristik banjir di wilayah pegunungan seperti Mauponggo membuat debit air sungai bisa berubah drastis dalam waktu singkat, terlebih jika hulu menerima hujan lebat dalam durasi lama. Kerusakan vegetasi di lereng dan hulu sungai turut memperbesar risiko banjir bandang.

Mauponggo yang terletak di pesisir selatan Nagekeo memiliki topografi pegunungan di bagian utara sebagai hulu sungai, sementara permukiman warga banyak berada di lereng dan jalur aliran sungai hingga pesisir Laut Sawu. Kondisi ini menuntut perhatian serius dalam mitigasi bencana.

Upaya Mitigasi yang Ditekankan

Mitigasi struktural seperti perbaikan vegetasi, pembangunan sabo dam, kanal pengatur air, hingga penguatan tebing sungai dinilai penting untuk mengurangi risiko. Sementara mitigasi non-struktural, seperti pemetaan wilayah rawan, penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, hingga pengaturan tata ruang, juga harus diperkuat pemerintah daerah.

Larangan mendirikan bangunan di zona rawan serta pengendalian aktivitas penambangan menjadi langkah strategis untuk mencegah bencana serupa di masa depan.[zul]