Pasar Kripto Bergejolak: Bahaya ‘Leverage Maksimal’ Picu Likuidasi Rekor

Pengesahan revisi UU P2SK dinilai menjadi momentum emas untuk memperkuat kepastian hukum dan perlindungan konsumen di sektor aset digital./pintu

Analis Nansen, Nicolai Søndergaard, menekankan bahwa pasar kini memberikan banyak pilihan instrumen, tetapi jika risiko tidak dikelola, konsekuensinya juga jauh lebih besar. Bitcoin sendiri sempat anjlok sekitar 29% dari rekor tertinggi di atas US$126.000 pada Oktober 2025, menyentuh US$89.440, level terendah sejak April. Tekanan terbesar dalam dua pekan terakhir datang dari trader yang menggunakan leverage. Bahkan, koreksi Bitcoin turut menyeret perusahaan yang menyimpan kripto sebagai aset treasury. Strategy, misalnya, turun 36% dalam sebulan, sementara BitMine Immersion Technologies anjlok 41%.

Sinyal Regulasi dan Minat Pinjaman Kripto yang Tak Padam

Meskipun demikian, dengan regulasi AS yang kini disebut lebih ramah terhadap kripto pasca-pemilihan Trump, investor memiliki akses lebih besar terhadap instrumen berisiko tinggi. Contohnya, Coinbase meluncurkan perpetual futures untuk trader AS dengan leverage hingga 10x. Selain itu, CBOE akan merilis kontrak Bitcoin dan Ether berjangka 10 tahun pada Desember. Hal ini membuat pinjaman kripto kembali populer, menawarkan imbal hasil tinggi. Menurut Galaxy Digital, nilai pinjaman kripto mencapai rekor baru US$74 miliar pada akhir September. Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan leverage dinilai akan terus berkembang.[dit]