JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Dirketur Haidar Alwi Institut Sandri Rumanama membantah pernyataan Alfarhat Kasman (Juru Kampanye) Jaringan Advokasi Tambang Nasional (Jatam) yang menyebut PT. THL bagian dari biang kerok banjir dan longsor di Sumatera.
Menurut Sandri tuduhan seperti ini justru membuat rakyat marah, karena tidak memiliki alasan yang jelas, tidak ilmiah, dan tanpa data yang valid.
“Janganlah dikait-kaitkan, rakyat bisa marah loh! Gak ada bukti yang jelas, penjelasan yang ilmiah serta logis dan data yang valid,” tutur pemuda berdarah Maluku itu.
Selain Juru Kampanye JATAM, Sandri juga membantah dengan tegas penjelasan dari Kordinator Jaringan Advokasi Tambang Nasional (JATAM) Melky Nahar.
Sebelumnya Melky menyebut Presiden Prabowo Subianto melalui PT Tusam Hutani Lestari (THL) ikut menggerus tutupan hutan-hutan di pegunungan dan hulu sungai Aceh.
Kata Melky, kegiatan itu disinyalir merusak daerah tangkapan air, dan melemahkan kemampuan alam menahan limpasan hujan. Termasuk saat hujan ekstrem melanda dampak Siklon Tropis Senyar pada November lalu.
Menyikapi pernyataan Melky, Sandri dengan tegas mengatakan bahwa aktivitas PT. Tusan Hutani Lestari tidak memberikan dampak kerusakan lingkungan seperti yang dijelaskan oleh Melky Nahar.
“Kagak ada itu. Mana ada pohon pinus mengerus tutupan hutan di pegunungan dan hulu sungai, ini tandanya kawan kita ini belum belajar soal manfaat pohon pinus ini,” kata Rumanama.
“Justru pohon pinus bermanfaat bagi alam terutama dalam konservasi tanah (mencegah erosi dan longsor), penyerapan karbon (membantu mengatasi perubahan iklim). Jadi janganlah rakyat dibodoh-bodohi,” tukas Sandri Rumanama yang dikenal luas sebagai aktivis kawakan ini.
Ia menjelaskan bahwa analogi kerusakan hutan yang kemudian disematkan pada PT. Tusam Hutani Lestari (THL) sangat tidak logis karena perusahan ini beroperasi sejak 1993, dan selama ini tidak ada masalah kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas perusahan tersebut.
“Sudah 32 tahun PT. THL beroprasi dan selama itu tidak ada dampak kerusakan lingkungan secara fatal dari aktivitas perusahan ini, kok tiba-tiba tuduhan ke PT. THL jadi masif. Ini kan lucu,” jelasnya










