Sebagai presiden aktif, Prabowo memiliki instrumen kekuasaan yang bisa dikonversi menjadi loyalitas pemilih baru melalui kebijakan yang dirasakan langsung oleh rakyat.
Status sebagai incumbent atau petahana memberikan Prabowo keunggulan struktural yang signifikan. Sejarah politik menunjukkan bahwa presiden yang sedang menjabat memiliki panggung luas untuk membangun citra melalui kinerja nyata.
Jika dalam lima tahun ke depan pertumbuhan ekonomi stabil dan stabilitas nasional terjaga, Prabowo diprediksi tetap memiliki daya tawar elektoral yang jauh melampaui kandidat potensial lainnya, bahkan tanpa embel-embel dukungan eksplisit dari keluarga Solo.[dit]











