Pihak Pakistan mengklaim serangan tersebut didasarkan pada intelijen untuk memutus rantai pasokan logistik bagi militan.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan dampak kemanusiaan yang tragis; desa-desa menjadi kosong dan aktivitas ekonomi seperti pasar lokal terhenti total karena warga terlalu takut untuk keluar rumah.
BACA JUGA: Allah Membela AgamaNya: Pelajaran-Pelajaran Dari Epstein’s File
Laporan resmi mencatat sedikitnya 42 warga sipil tewas dan lebih dari seratus lainnya luka-luka akibat eskalasi kekerasan ini. Juru bicara pemerintah Afghanistan mengecam keras kematian anak-anak dalam serangan di Provinsi Kunar sebagai kejahatan militer.
Di sisi lain, terhentinya distribusi bantuan makanan darurat bagi 160.000 orang kian memperparah ancaman malnutrisi akut. Tanpa adanya de-eskalasi segera, krisis kemanusiaan di perbatasan kedua negara ini diprediksi akan menjadi salah satu bencana pengungsian terbesar di awal tahun 2026.[dit]











