“Kalau kita bayangkan misalnya ada keresahan dengan MBG, maka ini kesempatan presiden untuk mengevaluasi atau bahkan menghentikan proyek ini demi mengembalikan kepercayaan publik di dalam negeri yang akan tergerus oleh kesulitan ekonomi akibat harga BBM yang meroket,” jelasnya.
Fokus pada Mitigasi Energi dan Pangan
Lebih lanjut, Rocky menyarankan agar pemerintah lebih memprioritaskan langkah mitigasi dampak krisis global, seperti memastikan ketersediaan energi dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok, daripada memaksakan program dengan biaya tinggi di tengah ketidakpastian.
Ia memandang bahwa penundaan program MBG merupakan opsi yang lebih rasional secara ekonomi dalam jangka panjang untuk menghindari penurunan kualitas layanan yang justru bisa merugikan citra pemerintah.
“Saya kira membatalkan atau menunda MBG dalam jangka panjang lebih masuk akal. Kesulitan BBM dan kenaikan harga bahan mentah akan langsung menurunkan kualitas makan bergizi itu,” pungkas Rocky.
Hingga saat ini, pemerintah masih terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan dinamika ekonomi global sebagai dasar pengambilan kebijakan fiskal ke depan.











