Krisis Energi Global: Kuwait Pangkas Produksi Minyak Akibat Konflik Teluk

Harga minyak mentah Brent dilaporkan anjlok kembali ke level sebelum konflik di kisaran 72 dolar AS per barel akibat melimpahnya pasokan dan penurunan permintaan dari China./(Ilustrasi/@pixabay)

Kondisi ini bukan lagi sekadar risiko politik, melainkan gangguan operasional nyata yang mengancam stabilitas energi global.

Analis JPMorgan memperkirakan harga minyak dunia bisa melonjak drastis jika konflik berlanjut lebih dari tiga minggu.

Saat ini, harga Brent sudah menyentuh level US$92,69 per barel. Selain minyak, pasokan gas alam cair (LNG) dari Qatar juga terganggu, menambah beban krisis energi yang dirasakan pasar internasional saat ini.[dit]