Kondisi ini bukan lagi sekadar risiko politik, melainkan gangguan operasional nyata yang mengancam stabilitas energi global.
Analis JPMorgan memperkirakan harga minyak dunia bisa melonjak drastis jika konflik berlanjut lebih dari tiga minggu.
Saat ini, harga Brent sudah menyentuh level US$92,69 per barel. Selain minyak, pasokan gas alam cair (LNG) dari Qatar juga terganggu, menambah beban krisis energi yang dirasakan pasar internasional saat ini.[dit]











