Surplus 17 Juta Ton, Indonesia Catat Ekspor Beras Perdana ke Arab Saudi di Tengah Ketegangan Global

/Dok. Kementan

“Harus dijaga agar swasembada tetap berkelanjutan,” tambahnya.

Ujian Strategis di Tengah Konflik Timur Tengah

Senada dengan hal tersebut, pengamat pertanian dari IPB University, Prima Gandhi, melihat ekspor ke Arab Saudi ini memiliki dimensi strategis yang unik.

Pasalnya, pengiriman dilakukan saat kawasan Timur Tengah sedang dilanda ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Gandhi menganggap keberhasilan menembus pasar Arab Saudi di tengah situasi sulit adalah bukti ketangguhan manajemen stok beras di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Ekspor ini adalah bukti nyata bahwa swasembada beras Indonesia tidak bersifat sementara, tetapi terus berjalan secara berkelanjutan dan produktif,” kata Gandhi.

Ia menambahkan bahwa dengan lompatan produksi yang berada jauh di atas rata-rata tahun-tahun sebelumnya, ekspor menjadi pilihan logis untuk memperkuat posisi perdagangan Indonesia.

“Lompatan produksi kita sangat jauh di atas rata-rata. Kalau stok dan pasokan dalam negeri terjaga, maka ekspor menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia di pasar global,” jelasnya.

Pemerintah kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan bahwa kebijakan ekspor ini tidak akan memicu fluktuasi harga di pasar domestik, mengingat besarnya angka surplus yang diklaim oleh para pengamat tersebut.