Historical Visit Putin ke Beijing dan Keterpuruna AS dalam Peta Persaingan Global

Oleh: TENGKU ZULKIFLI USMAN (Pakar Geopolitik dari Universitas Sahid Jakarta/ Fungsionaris DPN Partai Gelora)

PRESIDEN Rusia, Vladimir Putin, sudah mendarat di Beijing dalam kunjungan selama 2 hari. Sama dengan masa kunjungan Presiden AS Donald Trump ke China kemarin, pada 14 dan 15 Mei 2026.

Setelah Trump ke China, Putin akan membawa agenda penting ke Beijing dengan fokus kerjasama militer dan pertahanan.

AS sendiri saat ini dalam posisi beku, perang dengan Iran tidak dapat dilanjutkan, tapi agenda AS dan Israel yang ingin melucuti Nuklir Iran juga Deadlock.

Trump sebenarnya saat ini dibawah tekanan agar segera melanjutkan perang ke Iran, Trump dalam perjalanan pulang dari China kemarin sempat mengatakan kesabaran nya hampir habis. Karena dia dibawah tekanan.

Trump baru saja memposting di media sosialnya, bahwa dia saat ini diminta oleh Arab Saudi, Oatar, dan UAE agar tidak melakukan serangan ke Iran. Karena itulah dia tidak menyerang Iran.

Padahal alasan sebenarnya dia tidak melanjutkan perang dengan Iran bukan karena desakan negara teluk tadi, tapi karena AS tidak siap dengan konsekuensi balasan Iran jika melanjutkan perang. Alasan didesak oleh negara teluk hanya cara Trump cari alasan biar tidak terlihat lemah.

Dalam proses negosiasi saat ini yang berlangsung di belakang layar, Iran tetap bersikukuh bahwa nuklir Iran tidak akan dinegosiasikan, dan Uranium Iran tidak akan diserahkan kepada siapapun.

Iran meminta AS mencabut semua sanksi ekonomi ke Iran, dan meminta dana Iran yang dibekukan AS segera dicairkan, sebagai kompensasi, Iran akan buka Selat Hormuz untuk umum tapi tetap berbayar.

Tapi soal nuklir dan Uranium, Iran sama sekali tidak memasukkan nya kedalam draft negosiasi dengan AS, Iran bersikeras bahwa nuklir dan Uranium nya adalah hal mutlak Iran. Posisi Iran ini saat ini dapat dukungan dari Russia.

Kunjungan Putin ke China kali ini akan membawa pesan yang jelas ke AS, Aliansi strategis yang sedang dibangun Rusia lebih kuat dengan China, begitu juga Aliansi strategis China dengan Iran.

Exit mobile version