Jika menilik data Maret 2026, pendapatan negara sebenarnya tumbuh 10,5 persen (yoy) mencapai Rp 574,9 triliun. Sektor perpajakan menjadi motor utama dengan setoran Rp 462,7 triliun, melonjak 14,3 persen. Di dalamnya, penerimaan pajak murni menyumbang Rp 394,8 triliun.
Sebaliknya, kepabeanan dan cukai masih terkontraksi 12,6 persen menjadi Rp 67,9 triliun, sementara PNBP turun tipis 3 persen ke angka Rp 112,1 triliun.
Di sisi lain, belanja negara melonjak drastis hingga 31,4 persen (yoy) dengan realisasi Rp 815,0 triliun.
Akselerasi ini dipicu oleh belanja pemerintah pusat yang menyerap Rp 610,3 triliun atau tumbuh agresif 47,7 persen. Sementara itu, pos Transfer ke Daerah (TKD) sedikit melambat dengan koreksi 1,1 persen ke angka Rp 204,8 triliun. Data teranyar April 2026 diprediksi membawa angin segar bagi stabilitas ekonomi nasional.[dit]











