Hasil temuan lapangan membuktikan bahwa program MBG tidak sebatas memperbaiki asupan nutrisi anak bangsa.
“Sebanyak 86,9 persen SPPG ternyata menggandeng minimal satu penyuplai skala kecil yang berlokasi tepat di sekitar area operasional mereka,” ungkap Seto kepada awak media pascalaporan.
Lebih memukau lagi, sekitar 64 hingga 65 persen UMKM pemasok bahan baku berdomisili di kabupaten yang sama dengan unit pelayanan. Angka serapan tenaga kerja lokal pun nyaris menyentuh 99 persen, diiringi tingkat kepuasan terhadap kinerja pengusaha kecil yang menembus 70 persen.
Meski roda ekonomi lokal mulai berputar kencang berkat suplai bahan makanan, DEN tidak menutup mata terhadap kendala yang membayangi para pelaku UMKM. Kapasitas produksi mereka kerap tertahan oleh keterbatasan dana segar.
Seto menekankan perlunya intervensi pemerintah dalam memfasilitasi akses pendanaan. “Bantuan permodalan mutlak dibutuhkan agar UMKM dapat memiliki modal kerja yang lebih sehat. Dengan begitu, kapasitas layanan mereka terhadap SPPG akan berlipat ganda, dan variasi komoditas pangan yang disajikan bisa jauh lebih beragam,” tutupnya tegas.[dit]











