Masyarakat Terdampak Bencana di Aceh Utara Kembali Menempati Hunian Sementara Usai Perbaikan Tuntas

Pemerintah Provinsi Aceh resmi mengakhiri masa transisi darurat dan bersiap mengulirkan rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi periode 2026-2028 dengan total anggaran Rp58,9 triliun./(Dok. HO/Faktanasional)

FAKTANASIONAL.NET – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto memastikan perbaikan 72 unit hunian sementara bagi korban puting beliung di Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara telah selesai secara menyeluruh pada Selasa (23/6/2026).

Puluhan bangunan hunian sementara tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat hantaman angin puting beliung dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Aceh Utara pada awal Juni lalu.

Berdasarkan rincian pendataan di lapangan terdapat 14 unit berstatus rusak berat, 29 unit rusak sedang, dan 29 unit lainnya mengalami rusak ringan imbas siklon hidrometeorologi tersebut.

Seluruh fasilitas tempat tinggal darurat yang terdampak itu tersebar di enam kawasan desa yang meliputi Langkahan, Rumoh Rayeuk, Geudumbak, Buket Linteung, Alue Krak Kaye, dan Lebok Pusaka.

Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah pusat akan selalu bergerak cepat merespons setiap permasalahan di daerah terdampak bencana demi menjamin keselamatan dan kenyamanan para penyintas.

“Artinya, sekecil apa pun permasalahan di lapangan, kami dari pemerintah pusat melalui BNPB atas arahan Bapak Presiden selalu memonitor dan segera mengambil langkah perbaikan. Alhamdulillah, Huntara yang sebelumnya rusak diterjang angin puting beliung saat ini sudah diperbaiki seluruhnya dan masyarakat yang sempat mengungsi telah kembali ke hunian masing-masing,” ujar Suharyanto usai meninjau lokasi Huntara di Desa Rumoh Rayeuk.

Selain mengecek kelayakan fisik bangunan Kepala BNPB juga mendesak pemerintah daerah setempat untuk segera mengakselerasi proses pendataan warga demi kelancaran transisi menuju pembangunan hunian tetap.

“Dan dalam kesempatan ini juga saya ingin menekankan kepada para pejabat daerah agar segera diajukan (data) dari pemerintah daerah, berapa pun dapatnya, kita segera bangun Huntap. Paling tidak di tahun 2026 ini sebagian sudah pindah ke hunian tetap, tidak semuanya tinggal di Huntara,” harap Suharyanto.

Di sela agenda peninjauan lapangan tersebut perwakilan BNPB turut menyerahkan secara langsung paket bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan pangan harian para warga penghuni hunian sementara.

Penyelesaian proses perbaikan infrastruktur darurat ini menjadi wujud nyata komitmen respons cepat pemerintah dalam memulihkan kondisi sosial dan kehidupan masyarakat pascabencana di kawasan ujung barat Indonesia.

(*Red)