Hukum  

Jampidsus dan Rumitnya Pemberantasan Korupsi

Penggeledahan di Cipete terkait dengan tiga perkara besar:

1. Dugaan korupsi pasokan batu bara PLN yang memicu pemadaman listrik di Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

2. Korupsi Asabri dan Jiwasraya.

3. Dugaan TPPU terkait penyelesaian utang PT CBS.

Kecurigaan pun mengarah pada keterlibatan sang Jampidsus. Indonesia Police Watch (IPW) mensinyalir kafe di Cipete memang berkaitan dengan Febrie. Bahkan, pada 2025, ia pernah dilaporkan ke KPK atas kasus serupa.

Penjagaan TNI Prosedur Standar atau Benteng Perlindungan?

Menariknya, ini bukan pertama kalinya rumah Febrie dijaga ketat. Pada Agustus 2025, penjagaan serupa terjadi, bahkan sempat menggagalkan upaya penggeledahan polisi.

Mabes TNI menegaskan bahwa penjagaan ini adalah prosedur standar berdasarkan Perpres Nomor 66 Tahun 2025 dan Nota Kesepahaman (MoU) TNI-Kejagung untuk melindungi jaksa dalam menjalankan tugas. TNI juga menegaskan penjagaan tidak bertujuan menghalangi proses hukum.

Namun, kehadiran puluhan tentara di rumah seorang pejabat yang tengah terseret kasus korupsi tetap menimbulkan spekulasi apakah ini bentuk pengamanan wajar, atau upaya mencegah intervensi aparat lain?.

Febrie Adriansyah adalah jaksa pemberani dengan segudang prestasi, namun reputasinya kini teruji. Kehadiran TNI di rumahnya menjadi simbol betapa rumitnya pertarungan melawan korupsi, di mana sang penegak hukum pun membutuhkan perlindungan superketat atau sedang berada dalam pusaran investigasi yang sama.