Personel Gabungan Amankan Unjuk Rasa BPM Kalbar di Kantor PLN Kubu Raya

Aparat gabungan TNI dan Polri melakukan pengamanan persuasif saat aksi unjuk rasa BPM Kalbar di Kantor PLN terkait keluhan pelayanan listrik. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Ratusan aparat gabungan dari unsur Polri dan TNI mengawal ketat aksi unjuk rasa BPM Kalbar di depan Kantor PT PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat pada Rabu (8/7/2026) sore.

Sebanyak 115 personel dikerahkan oleh Polres Kubu Raya untuk mengamankan demonstrasi warga yang menuntut penyelesaian gangguan pelayanan kelistrikan.

Pengamanan aksi penyampaian pendapat ini dipimpin langsung oleh Kabagops Polres Kubu Raya AKP Samidi bersama Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto.

Aparat kepolisian turut dibantu oleh 20 prajurit TNI di bawah komando Danramil Sungai Raya Kapten Inf Mokhamad Aji Setya Nusa.

Pasukan pengamanan ini juga diperkuat oleh personel Ditpamobvit Polda Kalbar pimpinan AKP Agus serta tim medis PMI Kota Pontianak untuk mengantisipasi kondisi darurat.

Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade menjelaskan bahwa kehadiran aparat di lokasi bertujuan untuk menjamin hak konstitusional warga agar tersalurkan secara aman.

“Kehadiran personel gabungan TNI-Polri di lapangan bukan untuk menghalangi aspirasi, melainkan untuk menjadi jembatan pengaman agar penyampaian pendapat oleh rekan-rekan BPM Kalbar dapat berjalan secara tertib, damai, dan aman. Kami mengedepankan pendekatan humanis demi menjaga kondusifitas wilayah hukum Kubu Raya,” ujar Ade dalam keterangannya, Rabu malam.

Pendekatan persuasif dan pengamanan humanis yang diterapkan oleh aparat berhasil menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung.

Aparat keamanan bertindak sebagai fasilitator agar perwakilan massa dapat bertemu langsung dengan jajaran manajemen PLN UID Kalbar.

“Kami mengapresiasi kerja sama dari korlap dan massa aksi yang mampu menjaga ketertiban selama menyampaikan tuntutan. Di sisi lain, kehadiran kami juga memastikan objek vital nasional seperti Kantor PLN tetap berfungsi memberikan pelayanan, dan alhamdulillah, aksi selesai dalam keadaan aman dan terkendali,” tambahnya menutup statemen.

Pertemuan tersebut menghasilkan dialog setelah manajemen PLN memberikan penjelasan teknis mengenai langkah percepatan pemulihan sistem kelistrikan.

Aksi unjuk rasa BPM Kalbar ini akhirnya berakhir dengan kondusif usai pihak perusahaan merespons tuntutan terkait ganti rugi bagi pelanggan terdampak.

(*Red)

Exit mobile version