FAKTANASIONAL.NET – Kota Pontianak resmi ditunjuk sebagai lokasi penyelenggaraan dua turnamen bulutangkis internasional yang masuk dalam kalender Badminton Asia dan Badminton World Federation.
Kedua turnamen bulutangkis internasional tersebut adalah Polytron Indonesia International Challenge 2026 dan Polytron Indonesia Masters Super 100 2026.
Kejuaraan bergengsi tingkat dunia ini rencananya akan dipusatkan secara penuh di Gedung Olahraga Terpadu Ahmad Yani Pontianak.
Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat PBSI Wino Sumarno menyebutkan bahwa pemilihan lokasi ini didasarkan pada pertimbangan aksesibilitas dan kelayakan infrastruktur.
“Pontianak dipilih karena pas dan strategis. Aksesnya mudah dan kualitas GOR juga baik,” ujarnya.
Wino memperkirakan kompetisi olahraga ini akan diikuti oleh ratusan atlet profesional yang berasal dari 15 negara berbeda.
Berdasarkan data sementara dari panitia penyelenggara perwakilan dari Taipei Amerika Serikat hingga Perancis telah mengonfirmasi kehadiran mereka.
Ajang ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk mengumpulkan poin demi mendongkrak peringkat internasional sekaligus memperebutkan hadiah kompetisi.
Panitia menargetkan arena pertandingan berkapasitas 4.000 penonton tersebut dapat dipenuhi oleh para penggemar olahraga tepok bulu untuk menciptakan atmosfer pertandingan.
“Kami berharap stadion selalu penuh, dan masyarakat hadir untuk menggelorakan bulutangkis di Pontianak dan Kalbar,” katanya.
Jadwal untuk Polytron Indonesia International Challenge 2026 akan dilangsungkan mulai 25 hingga 30 Agustus 2026.
Sementara untuk seri Polytron Indonesia Masters Super 100 2026 bakal menyusul digelar pada 1 hingga 6 September 2026.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono yang menerima audiensi PBSI pada Kamis (9/7/2026) menyatakan kesiapan daerahnya untuk menyukseskan acara tersebut.
“Pontianak siap menyambut. Semoga kegiatan ini sukses dan membawa manfaat besar bagi olahraga, ekonomi, dan promosi daerah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa fasilitas olahraga yang ada di daerahnya saat ini sudah teruji kelayakannya dalam menangani gelaran bertaraf internasional.
Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian agenda federasi bulutangkis dunia ini berjalan tanpa hambatan teknis.
(*Red)











