AS Kembali Intervensi Yen Setelah 28 Tahun, Harga Bitcoin Tertekan

AS Kembali Intervensi Yen Setelah 28 Tahun, Harga Bitcoin Tertekan/(Pixabay)

Sementara itu, Bloomberg memperkirakan Jepang menggelontorkan sekitar ¥8,45 triliun atau setara US$52,8 miliar untuk menopang mata uangnya.

Di saat indeks Nasdaq, S&P 500, dan Dow Jones kompak menguat pada Jumat, Bitcoin justru bergerak berlawanan. Mengutip BeInCrypto, harga aset kripto terbesar itu turun sekitar 1,25 persen dalam 24 jam menjadi sekitar US$63.034, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,26 triliun.

Fenomena tersebut dikaitkan dengan strategi carry trade, yakni praktik meminjam yen berbunga rendah untuk membeli aset berisiko seperti saham dan Bitcoin.

Ketika yen menguat tajam, pelaku pasar cenderung melepas aset mereka untuk melunasi pinjaman sehingga memberi tekanan pada pasar kripto.

Mengutip analis Evercore ISI Marco Casiraghi dan Gang Lyu yang menyatakan, “Tanpa dukungan dari perbedaan suku bunga, dampak dari intervensi FX kemungkinan hanya bertahan dalam waktu singkat.”

Pelaku pasar kini menantikan sejumlah agenda penting pada Agustus, termasuk rilis data ekonomi Jepang, pertemuan Menteri Keuangan AS Scott Bessent dengan Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda dalam forum G20, serta arah kebijakan suku bunga Bank of Japan dan Federal Reserve yang diperkirakan akan menjadi penentu pergerakan yen maupun Bitcoin selanjutnya.[dit]