Cadangan Emas Indonesia Hanya 9 Persen dari Devisa Indonesia, Indef: Kecil Dibandingkan Negara Eropa dan Asia

Kebijakan tersebut sangat bergantung pada struktur ekonomi, kebutuhan likuiditas, serta strategi masing-masing bank sentral.

“Tidak ada sebenarnya ketentuan tentang berapa besar cadangan devisa emas. Itu tergantung dari kepercayaan dari negara masing-masing mau memegang apa,” ujarnya.

Tren global juga menunjukkan perubahan dalam pengelolaan cadangan devisa setelah sistem moneter global lama lebih banyak bertumpu pada dolar AS, emas kembali mendapat perhatian sebagai instrumen diversifikasi di tengah perubahan kondisi ekonomi global.

“Peningkatan permintaan emas juga tidak hanya datang dari bank sentral. Masyarakat mulai melihat emas sebagai instrumen investasi, terutama seiring berkembangnya layanan bullion dan emas digital,” ujarnya.

Aviliani mengutarakan menilai perkembangan bullion banking menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem emas nasional. Pasalnya, masyarakat dapat memiliki eksposur terhadap emas tanpa harus menyimpan emas fisik dalam jumlah besar.

“Bullion bank itu saya rasa salah satu hal yang baik, sangat membantu sebenarnya masyarakat untuk menikmati pembelian emas tanpa harus ada fisiknya,” ujarnya. (adm)