FAKTANASIONAL.NET – Amerika Serikat (AS) menyatakan keberatan atas serangan Israel yang menghantam sejumlah fasilitas militer Suriah pada Selasa (18/8) dini hari.
Sikap tersebut disampaikan Utusan AS untuk Suriah sekaligus Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack.
Barrack menilai serangan itu justru berpotensi memperburuk situasi kawasan. “Serangan tersebut merupakan eskalasi yang tidak perlu dan tidak membantu menciptakan stabilitas kawasan,” kata Barrack di X, dikutip dari CNN Indonesia.
Media pemerintah Suriah, Ekhbariya, melaporkan Israel menyerang landasan pacu serta fasilitas penyimpanan di pangkalan Abu Al Duhur. Hingga laporan tersebut dibuat, tidak ada korban jiwa akibat serangan.
AS diketahui tengah berupaya memperkuat hubungan dengan pemerintahan baru Suriah di bawah Ahmed Al Sharaa, yang menggulingkan rezim Bashar Al Assad pada Desember 2024.
Barrack menyebut Washington siap menjadi mediator antara Suriah dan Israel untuk mencegah konflik berkembang. “Pemerintahan Al Sharaa tidak mengambil sikap agresif atau mempertahankan pasukan proksi bahkan dia menunjukkan berulang kali untuk meredam konflik dengan Israel,” ujarnya.
Barrack menegaskan AS akan terus mendorong jalur diplomasi dibandingkan aksi militer. “Amerika Serikat di masa lalu, dan akan terus di masa mendatang, menyelenggarakan diskusi untuk mendorong ritme diplomatik daripada aksi militer (frustrasi kinetik) bagi kedua negara.”











