Pemuda AMPB Keturunan Pejuang Pemberani di Pati

Raden Kembangjoyo, pemimpin Kabupaten Pati pada abad ke-13. Foto: Dok Kabupaten Pati

FAKTANASIONAL.NET – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang kini jadi perhatian nasional, bermula dari sekumpulan warga dan tokoh masyarakat Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Mereka bergerak dalam skala lokal menyuarakan persoalan-persoalan di daerah mereka.

Cikal bakal AMPB tidak lepas dari berbagai persoalan yang membelit Pati. Salah satunya, kasus hukum yang menjerat mantan Bupati Pati, Sudewo.

Koordinator AMPB Diisukan Ditangkap Polisi

Kebijakan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang diberlakukan Sudewo semasa menjabat, memantik gelombang protes warga.

Riak penolakan itu bahkan sampai mendorong munculnya wacana pemakzulan Sudewo di DPRD Pati di penghujung tahun 2025, meski usulan tersebut akhirnya kandas.

Rentetan persoalan Sudewo tidak berhenti di isu PBB. Pada 19 Januari 2026, ia diamankan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Pati.

Kini ia berstatus tahanan dan tengah menjalani proses hukum atas dugaan pemerasan, suap, serta gratifikasi terkait pengisian jabatan perangkat desa.

Nama AMPB kembali mencuat pekan lalu. Yakni, menjelang demo besar di Gedung DPR RI, Kamis, 27 Agustus 2026. Mereka akan ikut demoa tersebut. Dan, rencana itu terungkap ke publik.

Dalam aksi itu, AMPB akan menyuarakan dua tuntutan utama yaitu percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Koruptor, dan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Para Pemuda dari Pati Ditampung di Rumah Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan

Sejarah Kabupaten Pati

Kabupaten Pati berada di dekat Gunung Muria, atau sekitar lereng Muria. Pada abad ke-13 namanya Kadipaten Paranggarudo.

Dilansir dari laman Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, asal-usul kabupaten ini berawal dari rencana Adipati Paranggarudo menikahkan putranya, Menak Jasari, dengan Dewi Ruyung Wulan, putri Adipati Carangsoko.

Karena wajah dan fisik Menak Jasari yang buruk rupa, Dewi Ruyung Wulan sebenarnya menolak perjodohan itu. Namun dia tetap dipaksa menikah oleh orang tuanya.