Kereta Baru Produk INKA Sudah Rusak, Korupsi?

Kapoksi PDIP Komisi VI DPR RI, Mufti Anam. Foto: Dok Pribadi

“Kalau memang benar-benar dibutuhkan, impor bukan barang haram kok. Kita tentu ingin INKA menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi jangan sampai nasionalisme justru membuat rakyat harus membayar dengan kereta yang semakin padat, perjalanan berkurang, dan pelayanan terganggu. Impor harus menjadi pilihan terakhir, dilakukan secara transparan, terukur dan hanya ketika kebutuhan armada belum mampu dipenuhi dari dalam negeri,” ungkapnya.

Mufti pun mendorong INKA melakukan perbaikan kualitas dari produk yang dihasilkan. Ia berharap masyarakat dapat merasakan transportasi yang nyaman dan manusiawi.

“Jadi jangan pertentangkan impor dengan nasionalisme, yang kita bela bukan negara asal keretanya, yang kita bela adalah rakyat yang setiap hari bergantung pada KRL. Sambil INKA kita dorong memperbaiki kualitas dan naik kelas, negara wajib memastikan masyarakat tetap mendapatkan transportasi yang aman, andal, dan manusiawi,” kata dia.

China Disebut Siap Lanjutkan Kereta Cepat hingga Jawa Timur, Proyek Bandung–Surabaya Kembali Menguat

Penjelasan INKA

KAI Commuter Indonesia mengurangi jumlah perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota hingga akhir September karena perawatan armada KRL. INKA bertanggung jawab atas perawatan KRL bermasalah tersebut.

Senior Manager Corporate Communication dan Representative Office PT INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menyebut pihaknya terjun langsung dalam pelaksanaan perawatan rangkaian sarana KRL seri iE305 produksi INKA.

Menurutnya, pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan seluruh komponen bekerja dengan baik.

“Sejak awal proses ini berlangsung, tim engineering dan quality assurance kami sudah terjun langsung bersama tim KAI Commuter untuk memastikan setiap komponen, termasuk bogie dan sistem propulsi, berfungsi optimal. Kami mendukung penuh proses ini demi memastikan keandalan dan keselamatan sarana,” kata Nanang dalam rilis bersama KCI dan INKA, Selasa (8/9).

Dia menegaskan komitmen INKA terhadap kualitas dan keandalan produk yang digunakan dalam layanan KRL. Sebagai bagian dari proses general check up ini, INKA akan terus berkoordinasi dengan KCI untuk memastikan seluruh rangkaian yang diproduksi memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna.

“Bagi kami, ini adalah bentuk tanggung jawab sebagai manufaktur dan sinergi dalam ekosistem perkeretaapian. Tentunya dengan tujuan meningkatkan kualitas produk demi kenyamanan dan keselamatan pengguna Commuter Line,” ucap Nanang. (*)

Exit mobile version