FAKTANASIONAL.NET – penerbangan di seluruh wilayah Inggris terpaksa dibatalkan akibat kegagalan teknis pada layanan navigasi udara negara tersebut sepanjang hari Selasa waktu setempat (8/9/2026).
Berdasarkan data dari layanan pelacakan penerbangan yang berbasis di Swedia, Flightradar24, bandara-bandara utama di Inggris termasuk Bandara Heathrow, Bandara Edinburgh, dan Bandara Manchester mengalami dampak yang cukup parah dari insiden ini.
Dampak Anak Krakatau terhadap Penerbangan: Jadwal Jadi Tidak Pasti
Analisis data dari situs website tersebut menunjukkan lebih dari 1.000 penerbangan telah dibatalkan di berbagai bandara di seluruh negeri.
Puluhan ribu penumpang pun ikut terdampak oleh gangguan yang disebabkan oleh masalah pada penyedia pengendali lalu lintas udara, National Air Traffic Services (NATS).
Pihak NATS menyampaikan pada siang hari mereka telah mengidentifikasi masalah teknis pada sistem pemrosesan penerbangan mereka, yang kemudian mengganggu keberangkatan di seluruh negeri serta memicu penundaan dan pembatalan massal.
Pimpinan NATS, Martin Rolfe, menyampaikan permohonan maaf dan mengungkapkan kepada BBC, pihaknya akan melakukan investigasi penuh terhadap kesalahan yang terjadi pada sistemnya.
Namun, Rolfe menyatakan penyelesaian masalah tersebut diprediksi akan memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan.
Dengan minimnya pesawat yang dapat lepas landas, pembatasan pendaratan juga diberlakukan, yang menyebabkan beberapa penerbangan tidak dapat berangkat dari bandara-bandara luar negeri.
3.450 Jemaah Umrah Terganggu Penerbangan, Dampak Anak Krakatau
Gangguan ini dirasakan secara luas di seluruh Inggris dan wilayah sekitarnya, di mana bandara-bandara di Skotlandia dan Irlandia juga melaporkan adanya gangguan operasional.
Insiden ini bukan yang pertama kalinya mencoreng sistem kendali NATS.
Maskapai Ryanair dan Wizz Air mendesak adanya perombakan total pada organisasi tersebut, dengan Wizz Air menyatakan NATS sudah tidak layak untuk dipakai saat ini.









