Tetapi jangan sampai ia kehilangan nuraninya.
Sebab ketika nurani telah mati, manusia mungkin masih berjalan, tetapi ia tidak lagi benar-benar hidup.
Saya tidak ingin menyebut semua luka sebagai takdir yang harus diterima dengan diam.
Tidak.
Ada luka yang harus kita lawan.
Ada ketidakadilan yang harus kita pertanyakan.
Ada kebohongan yang harus kita bongkar.
Ada kesalahan yang harus kita akui.
Dan ada keadaan yang harus kita ubah.
Harapan bukan alasan untuk pasrah.
Harapan adalah keberanian untuk percaya bahwa sesuatu masih dapat diperbaiki.
Karena itu, saya tidak ingin memberikan harapan yang palsu kepada siapa pun.
Saya hanya ingin mengatakan:
Jika hari ini hidup terasa begitu berat, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Tuhan telah meninggalkanmu.
Barangkali kita hanya belum melihat maksud dari perjalanan yang sedang kita jalani.
Barangkali sesuatu sedang tumbuh dalam diam.
Seperti akar yang bekerja jauh di bawah tanah sebelum pohon memperlihatkan daunnya.
Tidak semua pertumbuhan harus terlihat.
Tidak semua perjuangan harus disaksikan.
Dan tidak semua kesabaran akan segera mendapatkan tepuk tangan.
Tetapi Tuhan mengetahui sesuatu yang tidak diketahui manusia.
Ia melihat air mata yang tidak pernah kita tunjukkan.
Ia mengetahui doa yang hanya berani kita bisikkan dalam kesunyian.
Ia mengetahui berapa kali kita hampir menyerah, lalu memilih bertahan.
Maka jika yang tersisa hari ini hanya secercah harapan, genggamlah ia.
Tidak perlu menjadikannya matahari.
Cukup jangan biarkan ia padam.
Sebab terkadang manusia tidak membutuhkan cahaya yang besar untuk menemukan jalan.
Ia hanya membutuhkan sedikit cahaya agar langkah berikutnya masih terlihat.
Dan mungkin, hidup memang demikian.
Kita tidak pernah benar-benar tahu ke mana perjalanan akan membawa kita.
Kita hanya diberi satu langkah untuk hari ini.
Maka berjalanlah.
Dengan luka yang masih terasa.
Dengan pertanyaan yang belum terjawab.
Dengan hati yang belum sepenuhnya sembuh.
Tetapi berjalanlah.
Karena selama manusia masih mampu melangkah, kisahnya belum selesai.
Dan selama secercah harapan masih tinggal di dalam dada, kegelapan tidak pernah memiliki kata terakhir.[dit]
